
Lebih lanjut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, saat musim kemarau bukan berarti tidak akan turun hujan sama sekali. Potensi hujan tetap ada, namun intensitasnya memang tidak tinggi.
“Dalam periode kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Hujan bisa saja tetapi ada namun kisaran intensitasnya di bawah 50 mm / dasariannya,” terang Guswanto seperti dikutip dari laman resmi BMKG.
Ia juga menyebut, dalam sepekan ke depan, potensi peningkatan curah hujan secara signifikan masih bisa terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Penyebab dari fenomena turunnya hujan saat musim kemarau tahun ini adalah dinamika atmosfer skala regional – global yang cukup signifikan.
Diantaranya, terdapat aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial di sebagian besar wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Sebagian besar Papua.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia berkontribusi juga dalam pembentukan awan hujan.
“Fenomena atmosfer inilah yang memicu terjadinya dinamika cuaca yang berakibat masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” imbuhnya.
Di atas dijelaskan bahwa intensitas hujan saat musim kemarau memang seringkali rendah. Namun bukan berarti hujan intensitas tinggi tidak akan turun.
Menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, hujan intensitas sedang hingga tinggi bisa saja turun di musim kemarau jika terjadi kombinasi pengaruh dari fenomena-fenomena cuaca tersebut.
Efeknya tidak hanya hujan lebat, tetapi diprakirakan menimbulkan kilat/angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 5 – 11 Juli 2024.
Wilayah-wilayah tersebut yaitu, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Maluku, dan Pulau Papua.
Andri mengimbau agar masyarakat mewaspadai hujan lebat yang bisa mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang.
Bencana tersebut seringkali terjadi di wilayah perbukitan, dataran tinggi, dan sepanjang daerah aliran sungai. Maka bagi masyarakat yang bermukim di wilayah-wilayah itu agar lebih waspada.
Ia juga meminta masyarakat menabung air disaat hujan masih turun ketika musim kemarau belum mencapai puncaknya.
“Selagi masih turun hujan, maka manfaatkan untuk menabung air. Hemat dan menggunakan air secara bijak, supaya memiliki cadangan air saat Puncak Musim Kemarau melanda,” pungkasnya. (*/tur)




