Nilai Pemerintah Maksimal Tangani Pandemi Covid-19

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Adanya kritikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kalimantan Tengah (Kalteng) belum lama ini, yang menilai pemerintah gagal menangani pandemi Covid-19 mendapat respon dari Anggota Komisi I DPRD Kalteng Alexius Esliter.

Legislator yang membidangi Hukum, Pemerintahan, dan Keuangan ini mengatakan, siapapun bebas menyampaikan pendapat. Karena kebebasan mengemukakan pendapat merupakan hak asasi manusia (HAM) setiap negara.

“Bahkan, kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum (publik) juga di jamin dalam Undang Undang (UU) 1945, serta Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia,” jelasnya kepada Kalteng.co, Selasa (3/8/2021).

Disampaikan Alexius, jika kritikan yang di sampaikan oleh Lembaga Perwakilan Suara Mahasiswa tersebut, merupakan bentuk perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:  Soal Paham Radikal dan Teroris, Ini Sikap Batamad Gumas

“Meski demikian, di situasi seperti sekarang alangkah baiknya tidak saling menyalahkan dan menjatuhkan. Karena tidak hanya Indonesia yang mengalami permasalahan wabah pandemi, melainkan hampir seluruh negara di berbagai belahan dunia. Dan untuk menyelesaikannya di butuhkan sinergitas dan kebersamaan,” ucapnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kalteng ini mengatakan, dari awal sampai dengan sekarang, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin menanggulangi pandemi Covid-19. Hal tersebut ditandai dengan adanya berbagai kebijakan. Diantaranya seperti penerapan PPKM dan program vaksinasi.

“Hanya, keganasan corona tetap sukar di kalahkan. Maka dari itu pemerintah tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan Prokes serta meningkatkan imun tubuh. Seperti mengkonsumsi Vitamin, Jamu, serta Ramuan Tradisional yang cukup berlimpah dan mudah di dapat di Bumi Tambun Bungai ini,”sebut Alexius.

Baca Juga:  FSKK IAKN Palangka Raya Tanda Tangan PKS, Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Dalam hal ini lanjutnya, DPRD Kalteng apresiatif atas usaha-usaha yang telah di lakukan oleh pemerintah. Namun Ia kembali menyarankan untuk lebih menekankan pada peningkatan imun masyarakat.

Sedangkan bagi masyarakat kurang mampu, sebaiknya pemerintah memberikan bantuan asupan vitamin. Dengan begitu keselamatan kesehatan mereka akan terjaga.

“Pada dasarnya, kritikan yang sifatnya membangun itu memang di perlukan, asal tidak untuk saling menjatuhkan. Karena derita kita sudah parah akibat pandemi ini, jadi jangan sampai ditambah lagi dengan hal-hal yang kurang baik. Sebaliknya justru kebersamaan yang perlu kita jaga saat ini,”harap Alexius. (pra)