PENDIDIKAN

Rektor UPR Ajak Masyarakat Saling Menghargai Perbedaan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co– Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia, SE, M.Si, mengajak seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk mencintai sekaligus melestarikan adat istiadat dan budaya suku Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menurutnya, banyak nilai luhur yang terkandung didalam adat istiadat dan budaya suku Dayak, dimana hal tersebut bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari, guna menempa pribadi yang baik, solid, menghargai keanekaragaman dan perbedaan selayaknya tertuang dalam falsafah dimana langit dipijak disitu langit di junjung serta semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni Bhineka Tunggal Ika (Berbeda Beda tetapi tetap satu).

“Banyak nilai luhur yang terkandung dalam adat istiadat dan budaya suku Dayak yang bisa diimplementasikan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari – hari. Seperti menghargai sebuah perbedaan, dimana masyarakat suku Dayak tidak pernah mempermasalahkan apapun selama bisa hidup berdampingan dengan damai serta saling menghargai, sesuai dengan makna yang tersirat dalam falsafah Huma Betang, serta semboyan Bhineka Tunggal Ika,” ucap Andrie Elia, Selasa (14/6/2022).

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng ini juga mengingatkan khsususnya kepada generasi muda yang di UPR, baik Tenaga Pendidik (Tendik) maupun mahasiawa bisa saling menghargai perbedaan dalam mewujudkan UPR Jaya Raya.

“Saya mengingatkan kepada seluruh civitas akademika, baik dosen dan mahasiswa terutama yang baru bergabung menjadi bagian dari keluarga besar UPR, untuk saling menghargai dan mengesampingkan perbedaan. Apalagi tidak semua yang begabung disini berasal dari Kalteng, melainkan dari seluruh Indonesia, begitu pula sebaliknya agar yang berasal dari luar daerah bisa nenyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, termasuk menghargai budaya serta adat istiadat masyarakat lokal,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada civitas akademia untuk selalu menjaga nama baik almamater UPR.

“Jaga nama baik almamater UPR dan jangan melakukan hal – hal yang melanggar norma maupun hukum, baik hukum positif maupun hukum adat karena hal tersebut secara otomatis akan mencoreng nama UPR dimata publik,” tegasnya.

Kendati demikian, ia menyampaikan terimakasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia khususnya di Bumi Tambun Bungai yang telah memilih UPR sebagai wadah menimba ilmu, dimana UPR saat ini masuk dalam kategori 100 besar Kampus terbaik di Indonesia.

“Untuk meraih kepercayaan masyarakat luas dan membesarkan sebuah Universitas tidaklah semudah membalik telapak tangan dan perlu perjuangan. Oleh karena itu, ayo kita bersama – sama membesarkan nama UPR dalam mewujudkan UPR jaya raya,” pungkasnya.(ina)

Related Articles

Back to top button