Resepsi Pernikahan Berlangsung di Tengah PPKM Level 4

WEDDING : Gambaran suasana resepsi pernikahan yang di gelar di Kota Palangka Raya, Minggu (15/8/2021) malam. FOTO: IST

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Acara resepsi pernikahan berlangsung megah di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 6 Palangka Raya, Minggu (15/8/2021) malam.

Padahal, Kota Cantik masih masuk dalam Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan termasuk zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19.

Di dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 31 Tahun 2021 untuk wilayah Jawa dan Bali yang di keluarkan pada 10 Agustus 2021 sudah jelas tertera. Pada diktum ketiga point l di sebutkan pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan.

Informasi yang berhasil di himpun Kalteng.co di lapangan, kegiatan tersebut di mulai sejak pagi dengan tiga rangkaian acara di gelar hingga malam hari.

Pertama, kegiatan pemenuhan Jalan Hadat di mulai pukul 08.00 – 10.00 WIB. Kemudian kedua, pemberkatan nikah yang di mulai 14.00 – 15.00 WIB. Dan terakhir acara puncak berupa resepsi pernikahan yang digelar pukul 16.30 WIB.

Penyelenggaraan acara di ketahui telah medapat izin pihak Kecamatan Jekan Raya ditandatangani langsung Camat Jekan Raya Sri Utomo selaku ketua satgas kecamatan.

Begini penjelasan Sri Utomo selaku Ketua Satgas Kecamatan Jekan Raya. Sebelum keluarnya Inmendagri tersebut, pihaknya berpedoman dari Surat Edaran (SE) yang di keluarkan oleh Gubernur Kalteng.

Baca Juga:  Juru Parkir Liar Nekat Aniaya Personel Dishub Palangka Raya

“Di dalam SE itu memang untuk acara resepsi ditiadakan, hanya bisa melakukan kegiatan akad, pemberkatan dan tamunya tidak lebih dari 20 orang,” katanya saat di jumpai sejumlah awak media, Senin (16/8/2021) siang.

Pihaknya sejak awal memang sudah menolak kegiatan yang diajukan penyelenggara atau Wedding Organizer tersebut. Sebelumnya mereka sempat melaksanakan dengan cara drive thru dan mengundang 600 orang.

“Dengan adanya kejadian yang terjadi seperti malam itu, kami akan melakukan evaluasi kedepannya agar hal tersebut tidak terulang kembali,” sebutnya seraya mengucapkan hal ini telah terjadi dua kali di wilkumnya.

Ia menerangkan, satu minggu sebelum hari H, pihaknya telah melakukan asistensi bersama Tim Satgas Kecamatan Jekan Raya. Kebetulan pihaknya menandatangi izin itu pada 10 Agustus 2021 pagi, sedangkan sore harinya Inmendagri terbaru terbit.

“Ya bisa di katakan kami kecolongan pada saat kegiatan malam hari. Satgas saat itu beroperasi saja, namun karena berpikir malam itu jarang ada kegiatan, biasanyakan hanya pagi hingga siang saja,” paparnya.

Baca Juga:  Juru Parkir Penganiaya Petugas Dishub Diringkus

Ketika ditanya mengenai SE yang di sebutkannya bahwa hanya di perbolehkan mengadakan akad nikah. Sementara di surat yang di tandatangani sudah jelas tertera adanya rangkaian kegiatan resepsi.

Ia pun berkelit, namanya manusia pasti terkadang ada khilaf dan salahnya.

“Di kegiatan itu memang ada, namun biasanya hanya satu saja. Entah mengapa dari penyelenggara ini bisa sampai ada tiga agenda,” cecarnya.

Di sebutkannya, mulai hari ini tadi pihaknya sudah melakukan evaluasi kembali terhadap perizinan yang bersangkutan dengan hal pernikahan. Yang terakhir di izin hanya yang malam itu.

“Saat ini yang sudah kami batalkan untuk menggelar acara pernikahan itu sebanyak 13 izin,” bebernya.

Pihaknya berencana akan memanggil WO dari kegiatan tersebut. Hal itu berdasarkan perintah pimpinan langsung guna menindaklanjuti temuan acara resepsi pernikahan tersebut.

“Kami akan memberikan sanksi tegas apabila memang terbukti melanggar. Sanksinya bisa saja berupa administrasi sesuai isi surat komitmen bersama yang telah di tandatangani itu,” pungkasnya. (oiq)