BeritaHukum Dan KriminalNASIONAL

Skandal Pembunuhan Mengguncang Polda NTB! Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota dan Sosok Wanita Cantik?

KALTENG.CO-Gili Trawangan, sebuah surga tersembunyi di Nusa Tenggara Barat, mendadak menjadi saksi bisu sebuah insiden tragis yang melibatkan anggota kepolisian.

Liburan singkat yang dijanjikan Kompol I Made Yogi Purusa Utama kepada Misri Puspita Sari berakhir dengan dugaan pembunuhan Brigadir Nurhadi, anak buah Yogi sendiri.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Kasus ini, yang tengah diselidiki oleh Polda NTB, mengungkap fakta mengejutkan seputar pesta narkoba dan miras yang berujung pada kematian.

Kronologi Lengkap Liburan Maut nan Misterius

Berdasarkan laporan yang dikutip pada Kamis, 10 Juli 2025, perjalanan mengerikan ini dimulai dari ajakan Kompol Yogi kepada Misri Puspita Sari. Misri, yang dihubungi langsung oleh Yogi, setuju untuk bergabung dalam liburan tersebut dengan bayaran Rp 10 juta. Ia kemudian dijemput oleh Brigadir Nurhadi.

Rombongan yang terdiri dari tiga polisi (Kompol Yogi, Brigadir Nurhadi, dan Ipda Haris Chandra) dan dua perempuan (Misri dan seorang perempuan berinisial P) ini bertolak ke Gili Trawangan. Kompol Yogi dan Misri berencana menginap semalam di Villa Tekek, The Beach House Resort. Mereka tiba di lokasi pada Rabu, 16 April 2025.

Namun, hanya beberapa jam setelah kedatangan, liburan itu berubah menjadi petaka. Brigadir Nurhadi ditemukan tewas di dasar kolam renang Villa Tekek.

Perkenalan, Ajakan, dan Pesta yang Tak Terkendali

Misri Puspita Sari mengungkapkan bahwa ia pertama kali mengenal Kompol Yogi melalui media sosial. Pertemuan pertama mereka terjadi di Jakarta pada tahun 2024, di mana Misri dikenalkan oleh teman dekat Yogi. Komunikasi mereka berlanjut melalui Instagram, meskipun tidak intens.

Pada April 2025, Kompol Yogi tiba-tiba menghubungi Misri melalui DM Instagram dan mengajaknya berlibur ke Lombok dengan tawaran Rp 10 juta. Misri, yang saat itu berada di Bali, menerima tawaran tersebut. Ia segera berangkat ke Lombok dan melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan setelah dijemput Brigadir Nurhadi.

“Awalnya hanya diajak liburan sebentar, katanya cuma satu malam. Berangkat Rabu, balik Kamis,” terang Penasihat Hukum Misri, Yan Mangandar Putra, mengutip pernyataan kliennya.

Perjalanan menuju Gili Trawangan sudah diwarnai dengan penyalahgunaan obat-obatan. Misri bersama saksi P menenggak beberapa butir riklona yang dibeli Kompol Yogi di Bali melalui Misri. Setibanya di Villa Tekek, pesta narkoba dan minuman keras pun dimulai.

Selain riklona, mereka juga mengonsumsi ekstasi yang didapat dari Kompol Yogi. Minuman keras berjenis tequila dikonsumsi oleh Ipda Haris Chandra dan Brigadir Nurhadi. Mereka melakukan pesta ini sambil berendam di kolam renang.

Teguran Misri dan Detik-detik Menuju Kematian

Dalam kondisi mabuk, Misri mengaku sempat menegur Brigadir Nurhadi karena perilakunya yang tidak pantas terhadap saksi P. Nurhadi mendekati dan mencium saksi P, yang merupakan teman wanita Ipda Haris Chandra. “Jangan begitu, itu cewek abangmu,” ungkap Yan mengutip pernyataan Misri pada BAP.

Sekitar pukul 16.50 WITA, Kompol Yogi dan Ipda Haris meminta Brigadir Nurhadi mencarikan minuman keras. Sekitar 30 menit kemudian, Brigadir Nurhadi meminta tambahan inex kepada Kompol Yogi.

“Sekitar pukul 18.20 WITA bubar dengan Ipda HC (Haris) dan saksi P ke Natya Hotel, sedangkan yang lain tetap di Villa Tekek dengan Kompol Yogi ke tempat tidur, Brigadir Nurhadi tetap dalam kolam dan M ada di sekitaran kolam sambil main HP,” jelas Yan.

Antara pukul 18.20 – 19.55 WITA, Misri melihat Ipda Haris Chandra dua kali masuk ke Villa Tekek. Pertama, ia datang hingga masuk ke kolam sambil bermain HP dan melakukan panggilan video. Kedua, ia datang lagi namun hanya sampai emperan dengan gestur celingak-celinguk. Saat itu, Kompol Yogi disebut masih tidur.

Sekitar pukul 19.55 WITA, Misri merekam video Brigadir Nurhadi yang saat itu masih terlihat santai sendirian di dalam kolam renang. Misri mengaku hanya iseng karena Brigadir Nurhadi terlihat lucu. Setelah itu, ia masuk kamar mandi.

Namun, saat Misri keluar dari kamar mandi pukul 20.40 WITA dan mendekati kolam, ia terkejut melihat tubuh Brigadir Nurhadi sudah berada di dasar kolam. Misri kemudian berteriak memanggil Kompol Yogi, yang langsung menyelam dan mengangkat tubuh Nurhadi. Upaya pertolongan seperti napas buatan dan pijat jantung dilakukan, namun sia-sia. Brigadir Nurhadi sudah tewas.

Kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Publik menantikan kejelasan dan keadilan atas insiden tragis yang menimpa Brigadir Nurhadi di Gili Trawangan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button