Terkait Berkurangnya Saldo Nasabah, BRI Palangka Raya Lakukan Investigasi

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Adanya pemberitaan yang menyebut berkurangnya saldo tabungan dari nasabah, mendapat respon cepat dari BRI Palangka Raya.

Pemimpin Wilayah BRI Banjarmasin, Hery Santoso melalui Pemimpin Cabang BRI Palangka Raya, Setyo Agung Yulianto menegaskan bahwa pemberitaan berkurangnya saldo tabungan nasabah BRI Palangkaraya sebesar Rp58juta, langsung mereka respon dan tindaklanjuti.

“BRI telah melakukan investigasi sehubungan dengan kejadian tersebut, dengan melibatkan pihak-pihak terkait,” kata Setyo Agung Yulianto kepada Kalteng Pos, Jumat (18/12/20).

Dikatakan Setyo, BRI berkomitmen akan menyelesaikan kejadian tersebut dan menjamin keamanan seluruh transaksi perbankan nasabah dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses perbankan.

Pihaknya juga mengingatkan dan mengimbau seluruh nasabah untuk senantiasa menjaga kerahasiaan data nasabah dalam setiap transaksi perbankan.

“Salah satunya upaya dilakukan dengan penggantian PIN ATM secara berkala,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut, nasabah BRI dapat mengunjungi Website Resmi BRI di www.bri.co.id atau dengan menghubungi Call Center Bank BRI di 14017.

Dikutip dari Antara, seorang nasabah BRI di Palangkaraya, Maulana Amzad (30), mengaku saldo rekening tabungannya berkurang sebesar Rp58,4 juta. Padahal pihaknya tidak pernah sama sekali melakukan transaksi penarikan uang tersebut.

Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (5/12/20), sekitar pukul 16.30 WIB, ketika beberapa pesan notifikasi penarikan dana masuk ke handphonenya.

Awalnya ia tak menyadari bahwa pesan itu adalah notifikasi penarikan dana dari tabungannya, namun setelah beberapa kali, baru dia menyadarinya. Dari rekening tabungannya telah terjadi transaksi penarikan dengan jumlah yang bervariasi.

Ia langsung ke ATM terdekat untuk melakukan pengecekan. Namun setelah sampai di mesin ATM, ia semakin terkejut karena kartu ATM nya sudah tak bisa digunakan. Diduga password ATM telah diganti oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab. (antara/uyi)