
KALTENG.CO – Sejumlah penyintas Covid-19 bisa mengalami dampak berkepanjangan atau Long Covid salah satunya pada otak. Di antara gejala Long Covid, orang-orang melaporkan kabut otak dan sakit kepala jangka panjang yang belum pernah di alami sebelumnya. Gejala ini menetap dan menurunkan kualitas hidup mereka.
“Kerusakan kognitif terlihat pada pasien dengan infeksi Covid-19, yang reversibel atau sebagian reversibel, dan berlangsung hingga 4-7 bulan. Banyak penelitian di perlukan untuk melihat efek jangka panjang pada jaringan saraf,” kata konsultan Neurologi, Rumah Sakit Fortis Mulund India, dr. Dhanashri Chonkar seperti di lansir dari Hindustan Times, Minggu (22/8/2021).
Chonkar juga menjelaskan bagaimana orang dapat mengidentifikasi dampak neurologis Covid-19 atau membedakannya dari masalah terkait otak lainnya. Beberapa keluhan bisa di alami, apa saja?
- Kelelahan
Kelelahan memengaruhi aktivitas dan produktivitas sehari-hari secara umum, maka itu pertanda Anda harus menjadwalkan kunjungan ke dokter. - Daya ingat Kurang
Kurang konsentrasi atau masalah tidur bisa menjadi keluhan jangka panjang. Banyak orang yang sudah sembuh dari Covid-19 merasa kesulitan dalam mengingat sesuatu dan tidak bisa berkonsentrasi. Orang mungkin juga menghadapi kesulitan untuk tertidur. - Nyeri otot atau sakit kepala
Sebagian penyintas bisa mengalami nyeri tubuh atau sakit kepala. - Kehilangan penciuman atau perasa
Bahkan setelah sembuh dari Covid-19 orang mungkin mengalami Hiposmia atau penurunan indra penciuman. - Depresi atau Kecemasan
Masalah kesehatan mental muncul ke permukaan pasca Covid-19.



