Berita

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Kalteng

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tolak kenaikan BBM, mahasiswa geruduk kantor Gubernur Kalteng. Aksi puluhan orang ini berlangsung di Jalan G.Obos Palangka Raya, Jumat (2/9/2022) pagi.

Massa yang melakukan unjuk rasa ini merupakan perkumpulan dari mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII). Mereka melakukan pernyataan sikap untuk menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ketua PKC PMII Kalteng, Fahrizal mengatakan, berdasarkan dengan yang apa yang telah diberitahukan sebelumnya bahwa rencana kenaikan harga BBM subsidi memang tidak bisa dihindari lagi.

“Meski belum diputuskan oleh pemerintah saat ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani  Indrawati memberitahukan bahwa alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun ini sebesar Rp.502 Triliun. Dan juga pemerintah saat ini sedang menjaga defisit APBN agar tetap di bawah tiga persen,” katanya.

Lanjutnya, dari pernyataan yang diterangkan oleh pemerintah pusat tersebut, mereka telah memberikan tanda-tanda akan rencana kenaikan BBM. Karena itu, pihaknya melakukan aksi damai penolakan terhadap wacana tersebut.

“Ada empat poin tuntutan yang ingin kami sampaikan kepada Gubernur Kalteng terkait kenaikan BBM,” urainya.

Pihaknya meminta, Pemprov Kalteng, untuk menolak kenaikan harga BBM, pihaknya juga meminta Pemprov dapat mengawasi dan menertibkan SPBU.

“Ini agar penyaluran BBM subsidi dan non subsidi tersalurkan secara tepat sasaran,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya mendorong pemerintah, agar dapat membentuk tim satgas dalam menindak tegas kepada mafia ataupun oknum penimbun BBM di Kalteng.

Pihaknya juga mendorong pemerintah, agar dapat lebih berdaulat dalam pembelian BBM dari produsen minyak termurah.

“Akan kami berikan waktu satu minggu dari hari ini. Kalau tuntutan kami tidak dikabulkan, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, diwakili Asisten Setda Kalteng Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Katma F. Dirun, pada saat menemui para pendemo, mengapresiasi segala bentuk aspirasi serta usulan yang telah disampaikan.

Berbagai aspirasi yang telah disampaikan, dinilai sangat berdampak baik bagi kemajuan daerah.

“Tentu usulan-usulan ini akan saya sampaikan kepada pimpinan kami untuk kemudian dilakukan evaluasi,” tuturnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu Gubernur Kalteng telah menggelontorkan dana sekitar Rp5 miliar lebih untuk membantu UMKM di Kalteng. Hal tersebut dilakukan agar seluruh pelaku UMKM di Kalteng dapat lebih berinovasi dan mandiri.

“Ini semua sebagai upaya untuk mengangkat perekonomian dari sektor real, untuk memberdayakan UMKM kita. Sehingga ketika UMKM bisa mandiri, daya beli masyarakat bisa meningkat,” pungkasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button