Usut Tuntas Runtuhnya Proyek APBN

Sebelumnya, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Ir Dwi Cahyo Handono membenarkan kejadian tersebut. Didampingi Kasatker SNVT PJSA WS. Mentaya-Katingan, WS. Barito, WS. Jelai-Kendawangan Provinsi Kalteng Muhammad Barani dan pejabat lainnya, ia membeberkan kronologi terjadinya longsoran itu di hadapan awak media, Senin (8/2/2021).
“Pada hari Sabtu (6/2) terjadi hujan sejak sore hingga subuh. Hujan yang deras diperkirakan pukul 21.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB, sehingga mengakibatkan terjadi genangan air di Mendawai 1 sampai Mendawai IV,” ungkapnya.
Karena tidak ada drainase tersier di Mendawai, air pun langsung mengalir menuju drainase utama. Alirannya pun tak terarah. Sementara saluran yang ada hanya berupa saluran tanah. Otomatis tak dapat menampung air dengan debit besar.
“Sehingga mengakibatkan tekanan air yang cukup besar dan menggerus dinding drainase,” bebernya.
Ditambahkannya, saat ini sejumlah wilayah di Indonesia terjadi banjir ekstrem. Dwi juga menegaskan bahwa tidak ada pihak yang disalahkan karena peristiwa ini. “Tidak tersedia lubang besar yang memadai, hanya ada pralon kecil, kejadian ini memang di luar dugaan, tapi kami pastikan akan segera diperbaiki,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi bahan introspeksi bagi pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek yang menelan dana APBN sekita Rp17 miliar itu.
“Harus dipikirkan untuk membuat kemasan gorong-gorong pada dinding drainase. Ini akan segera kami perbaiki agar saluran tersebut bisa kembali seperti semula, karena masih dalam masa pemeliharaan, pihak rekanan siap untuk melakukan perbaikan,” tuturnya.



