Hari Raya Natal, Daging Sapi Sepi Pembeli

PALANGKA RAYA kalteng.co – Akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini masih melanda dunia, pedagang daging sapi di pasar juga terkena dampaknya. Seperti di Kota Cantik Palangka Raya, penjualan daging sapi segar tak seperti biasanya.
Jika tahun sebelumnya, pada H-1 atau H-2 hari raya Natal penjualan daging sapi sangat laku, tahun ini sepi pembeli. Hal ini disebabkan karena masyarakat yang merayakan Natal tidak open house.
“Tahun ini sepi mba, karena banyak yang enggak open house (saat Natal, red),” ucap Ketua Asosiasi Pengusaha Pemotong Ternak Sapi (APPTS) Kota Palangka Raya Adryunus kepada Kalteng Pos, Senin (28/12).
Dede Maseh sapaan akrab Adryunus menegaskan, keadaan pasar pun menjelang hari besar keagamaan salah satunya seperti Natal saat ini juga tak seramai tahun sebelumnya, hal tersebut diperkirakan karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.
“Pasar sunyi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini dampak dari pandemi Covid-19,” tambah Dede Maseh sapaan akrab Adryunus.
Dede Maseh berharap, pandemi Covid-19 yang sudah menghantui Indonesia kurang lebih sembilan bulan ini segera berlalu, agar penjualan daging sapi segar kembali normal, sehingga pendapatan para pelaku usaha khususnya penjual daging bisa seperti semula, bahkan diharapkan bisa meningkat dari sebelum pandemi Covid-19 terjadi.
“Saya berharap agar keadaan ini cepat normal dan badai Covid-19 cepat berlalu,” tuturnya.
Sebelumnya Dede Maseh menjelaskan, harga daging sapi segar di pasar besar H-1 Natal mencapai Rp140.000 per kilogram (kg). Menurut dia, harga daging sapi segar tersebut masih stabil saja.
Usai Natal, per tanggal 28 Desember 2020, harga daging sapi segar kembali di harga Rp120.000 dan Rp130.000 per kilogramnya. “Kalau sekarang harga sapi segar nomor 1 Rp130 ribu, nomor 2 Rp125 ribu, nomor 3 untuk bakso Rp120 ribu,” tandasnya. (aza)



