Ekonomi Bisnis

NTP Lebih Rendah 1,18 Poin dari NTUP

PALANGKA RAYA kalteng.co – Nilai tukar petani (NTP) gabungan dari lima subsektor pertanian selama November 2020 mencapai 105,84 atau lebih rendah 1,18 poin dibandingkan nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) di periode yang sama yang sebesar 107,02.

“Selisih antara NTP dan NTUP mencerminkan tingkat reduksi terhadap nilai tukar, sebagai dampak dari tingginya tingkat harga kebutuhan konsumsi rumah tangga petani produsen, termasuk peternak dan nelayan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng Eko Marsoro, baru-baru ini.

Eko melanjutkan, dibandingkan Oktober 2020, terjadi peningkatan NTP 1,75 persen. Peningkatan ini akibat kenaikan indeks harga yang diterima petani 2,45 persen lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani 0,69 persen.

“Meningkatnya NTP secara keseluruhan juga dipengaruhi oleh meningkatnya nilai tukar pada subsektor tanaman perkebunan rakyat 3,09 persen, hortikultura 1,84 persen, peternakan 1,07 persen dan perikanan 0,27 persen,” katanya.

Menurut Eko, selama November 2020 terjadi peningkatan indeks harga yang diterima petani maupun indeks harga yang dibayar petani. Indeks harga yang diterima petani mencapai 113,00, lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 106,77.

“Selama periode tersebut, indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan 2,45 persen dan indeks harga yang dibayar petani juga mengalami peningkatan 0,69 persen,” ungkapnya.

Untuk peningkatan indeks harga yang diterima petani dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga yang diterima pada subsektor tanaman perkebunan rakyat 3,84 persen, hortikultura 2,65 persen, peternakan 1,45 persen dan perikanan 0,79 persen.

“Sementara peningkatan indeks harga yang dibayar petani terjadi pada semua subsektor, yakni tanaman hortikultura 0,79 persen, tanaman pangan 0,74 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,73 persen, perikanan 0,53 persen dan peternakan 0,36 persen,” ulasnya.

Eko juga menyampaikan mengenai perbandingan nilai tukar antar provinsi di wilayah Kalimantan. Ia menyebutkan nilai tukar, baik NTP maupun NTUP selama November 2020 mengalami peningkatan di semua provinsi di wilayah Kalimantan.

Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan nilai tukar tertinggi, sementara Kalimantan Selatan mempunyai nilai tukar terendah. Provinsi Kalimantan Barat selama November 2020 mempunyai nilai NTP dan NTUP masing-masing mencapai 114,97 dan 117,13.

“Kalimantan Tengah dengan NTP sebesar 105,84 dan NTUP 107,02 menempati urutan ketiga provinsi dengan nilai tukar tertinggi di wilayah Kalimantan. Posisi Kalimantan Tengah di bawah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, tetapi di atas Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan,” bebernya. (aza)

Related Articles

Back to top button