Penanganan Karhutla 2023 Lebih Berat Dibanding Tiga Tahun Terakhir, Ini Alasannya

“Tantangan yang kita hadapi dalam penanganan karhutla tahun 2023 ini lebih berat dibanding tiga tahun terakhir. Hal ini disebabkan kemungkinan kemarau pada tahun 2023 lebih panjang dan lebih kering, bahkan ada potensi terjadinya el nino. Oleh karena itu, sekali lagi saya harapkan sinergitas dan soliditas dari seluruh anggota Posko Penanganan Darurat Bencana Kahutla dalam pelaksanaan tugas”, tandasnya.
Plt. Kepala Pelaksana Badan Penananggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Prov. Kalteng Ahmad Toyib dalam laporannya menyampaikan perkembangan karhutla di wilayah Prov. Kalteng sampai dengan 4 Juni 2023 khususnya terkait dengan titik panas dan kejadian karhutla. Berdasarkan data karhutla yang terus dipantau Posko Krisis Karhutla Prov. Kalteng, titik panas berdasarkan data dari hotspot BRIN sebanyak 970 hotspot, yang tersebar pada 14 kabupaten/kota, sedangkan kejadian karhutla yang dilaporkan kabupaten/kota sebanyak 161 kejadian, yang tersebar pada 11 kabupaten/kota kecuali Barito Timur, Gunung Mas, dan Seruyan.
“Fakta bagi kita semua, pada dari bulan April hotspot sebanyak 220 hotspot, maka pada bulan Mei 2023 mengalami peningkatan menjadi 375, sedangkan kejadian karhutla pada bulan April 2023 sebanyak 16 kejadian, pada bulan Mei 2023 meningkatkan menjadi sebanyak 51 kali. Jika memperhatikan prakiraan dari BMKG bahwa wilayah Provinsi Kalimantan Tengah seluruh akan memasuki musim kemarau pada Dasarian II Juni 2023, maka menjadi peringatan serius bagi kita terhadap kemungkinan peningkatan karhutla”, pungkasnya.
Rakor dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Prov. Kalteng Abdul RazaUnsur k, Forkopimda Kalteng, Para Staf Ahli Gubernur dan Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal Lingkup Prov. Kalteng, serta Ketua Asosiasi/Profesi Kalteng.(pra)




