Musrenbang Gunung Purei 2026: Fokus Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) terus memacu akselerasi pembangunan melalui program prioritas bertajuk “11-12 Gaspol”.
Inisiatif ini digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk menempatkan Barito Utara sebagai wilayah unggul dibandingkan kabupaten tetangga, khususnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, menegaskan bahwa persaingan antarwilayah saat ini harus dilihat dari kacamata positif, yaitu perlombaan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik.
“Kita ingin unggul, setidaknya di kawasan DAS Barito yang mencakup Murung Raya, Barito Selatan, Barito Timur, dan tentu saja Barito Utara sendiri,” ujar Wabup Felix saat memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Gunung Purei, Kamis (5/2/2026).
Prioritas Infrastruktur: Tiga Jembatan dan Pelebaran Jalan
Dalam paparannya, Felix menjelaskan bahwa ia bersama Bupati H. Shalahuddin telah menetapkan beberapa program “mercusuar”. Fokus utama mereka adalah pembangunan tiga jembatan strategis serta proyek pelebaran jalan protokol di dalam kota Muara Teweh.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan aksesibilitas yang selama ini menjadi kendala utama distribusi logistik dan mobilitas penduduk di pedalaman Kalimantan Tengah.
Memangkas Jarak: Muara Teweh ke Palangka Raya Hanya 4,5 Jam
Salah satu poin paling krusial yang disoroti Wabup Felix adalah pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung. Proyek ini diproyeksikan menjadi “game changer” bagi konektivitas wilayah.
Wabup membandingkan efisiensi waktu tempuh yang saat ini mulai menurun jika melalui rute lama via Kalimantan Selatan.
Dulu: Muara Teweh ke Banjarmasin bisa ditempuh dalam 8 jam.
Sekarang: Karena kepadatan lalu lintas yang tinggi, waktu tempuh membengkak hingga 12 jam.
Sebagai solusinya, pemerintah fokus pada rute alternatif menuju Ibu Kota Provinsi, Palangka Raya. “Saat ini, perjalanan Muara Teweh ke Palangka Raya memakan waktu 7-8 jam. Dengan skema pembangunan jalan dan jembatan baru ini, kita pangkas ratusan kilometer sehingga bisa dicapai hanya dalam 4,5 jam,” jelas Felix.
Rute Strategis yang Dikembangkan:
Muara Teweh – Kandui
Montallat tembus Tumpung Laung
Penyeberangan menuju Pendang
Tembus ke Buntok dan Palangka Raya
Sinergi dan Keberlanjutan
Program “11-12 Gaspol” bukan sekadar jargon, melainkan komitmen untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur. Wabup Felix meyakini bahwa dengan konektivitas yang lebih cepat, ekonomi Barito Utara akan tumbuh lebih pesat dibandingkan wilayah sekitarnya.
Langkah cepat ini selaras dengan arahan Bupati Shalahuddin yang sebelumnya juga menekankan penanganan darurat pada fasilitas publik, termasuk mitigasi bencana di desa-desa strategis seperti Sikui. (hms)



