Lamandau Segera Terbitkan Perda Retribusi Jasa Usaha

ARAHAN : Sekda Lamandau M Irwansyah (kiri) didampingi Kadis Perhubungan Lamandau Atie Dieny (kanan) saat memimpin rapat sosialisasi terkait ODOL di Aula Kantor Bupati Lamandau, belum lama ini.
ARAHAN : Sekda Lamandau M Irwansyah (kiri) didampingi Kadis Perhubungan Lamandau Atie Dieny (kanan) saat memimpin rapat sosialisasi terkait ODOL di Aula Kantor Bupati Lamandau, belum lama ini.

NANGA BULIK,kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Lamandau menggelar rapat sosialisasi dampak muatan berlebihan atau over load pada jalan poros dalam kota. Rapat tersebut dipimpin Sekda Lamandau Muhamad Irwansyah, serta dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, kepala desa pemilik peron sawit serta sejumlah pelaku usaha penyedia jasa angkutan truk yang beroperasi di Kabupaten Lamandau.

Sekda Muhamad Irwansyah mengatakan, rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat sekitar, terkait rusaknya jalan poros Desa Bumi Agung, Desa Sumber Mulya, Desa Bukit Indah dan Desa Arga Mulya di Kacamatan Bulik, akibat muatan sawit yang berlebihan (over load).

Baca Juga:  Pembangunan Makan Badan Jalan, Pengendara Nyaris Celaka

“Ada beberapa poin dari hasil rapat tersebut, diantaranya untuk mengantisipasi permasalahan angkutan muatan berlebihan atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Lamandau akan menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang retribusi jasa usaha,” kata Muhamad Irwansyah saat memimpin rapat sosialisasi terkait ODOL di aula setda setempat, belum lama ini.

Baca Juga:  Polantas Lamandau Turun, Tanggapi Keluhan Warga

Sekda menjelaskan, pada dasarnya Pemkab Lamandau tidak menghalangi siapa pun untuk berusaha, dan solusi ini dianggap yang terbaik, mengingat kebutuhan jalan raya merupakan hak semua pihak. Untuk itu, diperlukan pengaturan dalam penggunaannya. “Mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur jalan, sehingga diharapkan ada kerja sama seluruh pelaku usaha untuk membantu menjaga dan memelihara infrastruktur yang ada,” harapnya. (lan/ens)