Airlangga: Pemulihan Ekonomi Terus Menunjukan Tren Positif

Seperti diketahui, Neraca Perdagangan Indonesia pada Maret 2021 mencatat surplus US$1,56 miliar, lebih tinggi dibandingkan surplus Maret 2020 lalu sebesar US$0,71 miliar. Surplus ini melanjutkan posisi surplus neraca perdagangan yang sudah dicapai sejak 11 bulan lalu.
“Tercatat, Neraca Perdagangan Indonesia pada Maret 2021 mengalami surplus US$1,57 miliar, terutama terdorong oleh surplus di sektor nonmigas terutama komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit, batu bara, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektronik, serta emas dan perhiasan,” papar Menko Airlangga.

Selain itu, Menteri Perdagangan M. Lutfi menambahkan, “Ekspor nonmigas kita pada Maret 2021 lalu sebesar US$17,45 miliar, dan ini adalah ekspor nonmigas terbesar dan tertinggi dalam sejarah kita sejak krisis 1998 lalu.”Pemulihan ekonomi nasional juga terlihat dari meningkatnya penjualan kendaraan bermotor dan perumahan pasca relaksasi PPnBM Sektor Otomotif dan PPN DTP Sektor Properti yang dikeluarkan pemerintah awal Maret lalu. Pada Maret 2021 tercatat penjualan mobil mengalami peningkatan yang tajam yaitu 28,2%, sedangkan penjualan rumah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 39,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyampaikan, “Insentif otomotif dan sektor properti akan mendorong industri, kemudian program harga gas US$6 mendorong industri berdaya saing tinggi, program sertifikasi pelaku PDN akan memperluas pasar, dan program neraca komoditas akan memastikan industri memperoleh bahan baku yang dibutuhkan.”Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diandalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi pada 2021, realisasinya sampai 30 April 2021 mencapai Rp155,63 triliun atau 22,3% dari pagu yang sebesar Rp699,43 triliun.
Sedangkan, khusus untuk program Dukungan UMKM telah terealisasi sebesar Rp40,23 triliun atau 20,8% dari pagu sebesar Rp191,13 triliun. “Realisasi untuk program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp12,8 triliun atau sebesar 88,11% dari pagu yang mencapai 15,36 triliun,” ujar Menteri Koperasi UKM Teten Masduki.
Strategi Utama Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi 2021Dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional sepanjang tahun ini, pemerintah telah mempersiapkan beberapa strategi utama, antara lain:a. Melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai instrumen utama pendongkrak perekonomian pada 2021. Realisasi program PEN hingga 30 April 2021 telah mencapai sebesar Rp155,63 triliun atau 22,3%.



