
LABUAN BAJO, Kalteng.co – Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan meninjau langsung kondisi sektor energi di Labuan Bajo, Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini difokuskan pada pengawasan terhadap ketersediaan listrik serta distribusi bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di wilayah kepulauan.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sigit K Yunianto, menegaskan bahwa kehadiran DPR RI di daerah merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan energi berjalan secara merata dan berkeadilan. “Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, apakah pasokan listrik sudah stabil dan bagaimana distribusi BBM berjalan. Ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan daerah,” ungkapnya.
Dalam agenda pertemuan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WITA, Komisi XII DPR RI menggelar diskusi bersama sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), serta PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga.
Dari hasil dialog tersebut, terungkap bahwa tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur kelistrikan, distribusi BBM ke wilayah terpencil, serta kebutuhan peningkatan kapasitas layanan energi seiring berkembangnya sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Sigit menilai, kondisi tersebut harus segera ditangani melalui langkah konkret dan kebijakan yang lebih progresif. “Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas nasional membutuhkan dukungan energi yang andal. Jangan sampai pertumbuhan pariwisata terhambat karena keterbatasan listrik atau distribusi BBM,” tegasnya. Ia juga mendorong pemerintah dan BUMN sektor energi untuk memperkuat koordinasi serta mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah NTT.
“Pemerataan energi bukan hanya soal pembangunan, tetapi juga tentang keadilan bagi masyarakat. Negara harus memastikan seluruh wilayah, termasuk yang terpencil, mendapatkan layanan yang sama,” tambahnya. Melalui kunjungan kerja ini, Komisi XII DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal dan memperjuangkan peningkatan layanan energi agar lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. (pra)




