NASIONAL

Pendapatan Negara Bertumbuh, Menkue: Dampak Pemulihan Kinerja Dunia Usaha

APBN Juga akan Meresponsebagai Shock Absorber

Membaiknya realisasi belanja negara di dukung oleh belanja pemerintah pusat yang terealisir Rp 172,2 triliun, belanja ini mencakup operasional kementerian/lembaga atau belanja program k/l, terutama infrastruktur dan belanja bantuan sosial.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Untuk penyaluran bansos, dalam hal ini mengalami kenaikan dengan pelaksanaan bantuan Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan tahap pertama dan juga pencairan Kartu Sembako. Lalu untuk belanja non K/L, realisasi mencapai Rp 93,6 triliun terutama untuk pembayaran subsidi energi yang meningkat.

“Dengan perkembangan tersebut. APBN di mana penerimaan mengalami pertumbuhan tinggi 37,73 persen, sedangkan belanja relatif cukup baik perkembangannya sejak Januari. APBN tetap mencatatkan surplus sebesar Rp 19,7 triliun atau 0,11 persen dari PDB,” tandas Sri Mulyani.

Kata dia, dalam mengantisipasi dan menghadapi gejolak dan tekanan global yang masih berlangsung, APBN juga akan meresponsebagai shock absorber. Dalam rangka melindungi dari sisi kesehatan dan masyarakat dalam bentuk daya beli, terutama kelompok rentan.

“APBN akan melakukan multiple objective. Tetap melindungi kesehatan dari sisi pandemi, mendukung masyarakat dari sisi daya beli dan bansos. Ketiga adalah menjaga pemulihan ekonomi nasional dan keempat menjaga kesehatan APBN,” tutupnya. (Di kutip dari JawaPos.com/tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button