Otak Sabu Ponton, Saleh Raup Rp2 Miliar Sebulan

BANDAR GEDE : Pelaku bandar narkotika di Kampung Ponton, Saleh. FOTO: OIQ/KALTENG.CO

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Otak Peredaran Sabu di Kampung Ponton, Saleh Raub 2 Miliar Dalam Satu Bulan. Hal itu didapatkan dari hasil pengembangan terhadap yang bersangkutan.

Sebelumnya pria yang memiliki nama lengkap asli Salihin itu di amankan oleh BNNP Kalteng di kediamannya terletak di Jalan Rindang Banua Gang Akhlak, Kecamatan Pahandut, Kamis (21/10/2021) siang.

Dari di gerebeknya otak perederan sabu itu membuktikan bahwa masih berjalannya kartel narkoba ala Columbi di wilayah Kompleks Ponton tersebut.

Sebelumnya ia pernah mendekam dibalik jeruji besi. Bukan karena pasal narkotika, melainkan atas kepemilikan senjata api ketika diringkus oleh Polresta Palangka Raya beberapa tahun silam.

Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, kalau Saleh itu dia adalah benar sebagai otak dari peredaran narkotika yang ada di wilayah Kampung Pontin.

“Dari hasil penyelidikan dan pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh Tim Penyidik BNNP Kalte, yang bersangkutan memiliki omzet penghasilan yang luar biasa dalam satu bulannya,” katanya, Kamis (2/12/2021).

Lanjutnya, penghasilannya itu mencapai 2 Miliar dalam satu bulannya. Hasil pengembangan, Saleh sudah menjalankan bisnisnya ini telah bertahun-tahun. Sekitar 2 sampai 3 tahun terakhir ini.

Untuk jaringannya sendiri akan terus kita kembangkan terlebih dahulu. Saleh mengakui barang itu berasal dari wilayah Kalimantan Selatan.

“Kami meminta kepada pihak Jaksa Penuntut Umum untuk memberikan tuntutan maksimal kepada yang bersangkutan. Pidana 20 tahun hingga hukuman mati,” tegasnya.

Baca Juga:  Mentoring Generasi Muda dan Pelaku Usaha

Jadi selama ini yang diproses adalah orang-orang yang merupakan kaki tangannya saja. Tetapi sekarang pihaknya berhasil mengungkap dan menangkap otak pelakunya.

Sampai saat ini pihaknya juga masih mendalami terkait dengan kasus lain terhadap bersangkutan. Kalau nantinya terbukti ada pihak-pihak yang ada dibelakangnya, tetap akan kami proses dengan hukum yang berlaku.

“Jangkauannya saleh ini luas. Dia sebagai otak, saat ini hanya beroperasi di sana. Tetapi untuk wilayah Palangka Raya, dia juga melakukannya. Jadi tidak hanya kampung puntun saja,” urainya.

Disebutkannya, bandar narkoba Ponton menerima barang hingga mencapai kiloan gram. Sehingga keuntungannya dalam bisnisnya sangat besar sebagaimana yang telah disampaikan diawal.

“Kita akan kembangkan kepada bandar-bandar yang ada di kabupaten di Kalteng. Tetapu untuk saat ini wilayah Kota Palangka Raya didominasi oleh Saleh,” bebernya.

Dijelaskannya, kondisi Kammpung Ponton pasca Saleh ditangkap, adanya penurunan peredaran narkoba di wilayah itu. Bahkan ada beberapa yang telah diindikasi sebagai jaringannya kini diduga tengah melarikan diri.

“Kami akan selalu serius. Jadi tidak hanya wilayah Kota Palangka Raya saja. Tetapi seluruh wilayah di Kalteng ini akan tindak seluruh peredaran gelap narkotika,” pungkasnya. (oiq)