Hukum Dan Kriminal

Kabur Panjat Tembok Lapas, Empat Napi Berencana Pergi ke Malaysia

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabur panjat tembok Lapas Kelas IIA Palangka Raya, empat napi diduga berencana pergi ke Malaysia. Ramai beredar pesan berantai di grup whatsapp mengenai tujuan perginya para buronan tersebut.

Seperti diberitakan Kalteng.co sebelumnya, ada sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Palangka Raya yang berhasil melarikan diri, Jumat (3/3/2023) sekitar pukul 22.30 WIB.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Adapaun para identitas dari empat napi itu, yakni Jihat Aji Nurmoko yang merupakan warga Barak Pintu nomor 14, Jalan Basir Jahan Ujung, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya.

Pemuda berusia 25 tahun ini merupakan narapidana kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan mendapatkan vonis hukuman selam empat tahun enam bulan penjara.

Kemudian Abdul Rahman merupakan warga Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Pria berusia 45 tahun ini sebelumnya terlibat kasus pemerkosaan dengan kekerasan dan vonis penjara selama 12 tahun 10 bulan.

Kemudian Panca Reno Kencana Adiwardana Marry Yuandi warga Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Pemuda berusia 20 tahun terlibat tindak pidana pembunuhan dengan vonis delapan tahun penjara.

Dan terakhir Prihartono warga Kelurahan Cikawung Gading, Kecamatan Cipatu Jahakab, Tasik Malaya, Jawa Barat. Pria berusia 44 tahun ini merupakan narapidana kasus pembunuhan berencana dengan vonis 17 tahun penjara.

Kalapas Palangka Raya Chandran Lestyono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai kaburnya empat narapidana tersebut.

Untuk mempermudah dan mempercepat proses pencarian terhadap warga binaan pemasyarakatan ini, pihaknya saling berkoordinasi dengan Polresta Palangka Raya dan Kodim 1016/Palangka Raya.

“Dari hasil yang kami dapay sejauh ini, bahwa para napi ini kabur dengan cara memanjat tembok Lapas pada bagian sisi kanan di waktu malam hari kemarin,” katanya, Sabtu (4/3/2023).

Lanjutnya, pihaknya juga memeriksa hasil rekaman CCTV terkait aksi pelarian para narapidana ini. Kamera pengawas ini memiliki keterbatasan dalam jarak pantauannya, terlebih lagi kondisi saat kabur itu di malam hari disertai hujan.

“Untuk saat ini kami masih mendalami mereka kabur menggunakan apa dan alatnya seperti. Sampai sekarang ini yang berhasil kami temukan hanyalah jejaknya saja ketika memanjat tembok tersebut,” paparnya.

Menurutnya, kejadian kaburnya keempat napi ini merupakan kali pertamanya ketika menjabat dan mengemban tugas sebagai Kalapas Klas II Palangka Raya.

“Kami imbau kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan para napi yang melarikan diri agar dapat menghubungi ke kantor aparat penegak hukum terdekat,” tandasnya.

Untuk diketahui bahwa ramai beredar melalui pesan berantai di whatsapp yang menyebutkan jika tujuan pelarian para WBP ini negara Malaysia dengan menempuh jalur Kalimantan Barat (Kalbar).

Didalam pesan dengan kalimat awal uraian singkat pendalaman informasi itu juga disebutkan jika ide dari pelarian ini didalangi oleh Prihartono dan Jihat Aji Nurmoko. (oiq)

Related Articles

Back to top button