Warga Desa Parahangan Bertekad Menjaga Hutan Tetap Kekal

Desa Parahangan
BIBIT TANAMAN: Ratusan ribu bibit tanaman terhampar sebelum dibagikan kepada kelompok tani Desa Parahangan, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, akhir pekan lalu.

PALANGKA RAYA, kalteng.coLestari alamku, lestari desaku, di mana Tuhanku menitipkan aku.” Penggalan lirik dari lagu berjudul Berita Cuaca karya Gombloh itu menggambarkan asa yang ingin diwujudkan oleh warga Desa Parahangan.

Desa yang berada di Kabupaten Pulang Pisau itu memang masih awam di telinga masyarakat. Kalah istimewa dibanding Desa Belanti Siam yang dikenal dengan food estate-nya. Kalah viral dengan Desa Penda Barania yang dikenal dengan banjirnya, sampai-sampai memutus jalur darat antarkabupaten/kota.

Namun, desa yang ada di Kecamatan Kahayan Tengah ini memiliki modal untuk menjadi desa yang maju. Mulai dari ketersediaan lahan, keindahan alam, luasnya hutan desa yang masih perawan, dan yang terpenting adalah gairah warganya.

Baca Juga:  Sosialisasi Regulasi Pengakuan MHA Dilaksanakan di Gunung Mas

Akhir pekan lalu, pagi-pagi saya (penulis) berangkat ke sana. Menumpang mobil. Jarak tempuhnya 46 kilometer dari Palangka Raya. Gabak sepanjang jalan. Tanpa hujan. 85 menit berlalu, akhirnya sampai juga di tujuan. Agak lambat dari estimasi awal. Kata sopirnya, biasanya satu jam. Wajar lambat. Karena sempat macet di desa yang selalu viral ketika musim hujan. Aspal jalan rusak. Terkikis oleh banjir.

Berita Terkait…….Desa Mulya Sari Pulang Pisau Kembangkan Porang

Sesampai di sana, disambut hangat oleh pemuda-pemudi desa. Mereka mengatasnamakan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Ada yang masih sekolah. Ada yang sudah siap menikah. Para taruna itulah yang kelak menjadi pilar utama keberlangsungan desa.

Dalam kesempatan itu, mereka ingin menunjukkan Agrowisata Tanggaring. Berdiri di lahan tak lebih satu hektare. Ada sungai selebar tiga meter. Namanya Sungai Tanggaring. Airnya kemerah-merahan khas Kalimantan.

Baca Juga:  Berawal Dari Menyapa, Berujung Penikaman

Sekilas memang tak istimewa. Di dalamnya hanya ada tenda untuk kamping dan bersantai. Ada tempat duduk lesehan di bawah pohon. Ada juga tanaman dari berbagai jenis sayuran di sekitarnya.

Ke depan, selain menawarkan keindahan alam, ada juga mancakrida. Lalu akan dipajang hasil kerajinan tangan. Cocok banget bagi warga kota yang ingin bersantai ria. Bagi pengguna jalan ruas Palangka Raya-Gunung Mas, jika ingin mencari tempat melepas lelah, juga akan tersedia. Berbagai jenis makanan lokal dan minuman pelepas dahaga tak ketinggalan.