Sebelum Tenggelam, Pelajar SMP Ini Sempat Pamit Kerja Kelompok

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sebelum tenggelam, pelajar SMP ini sempat pamit kerja kelompok. Hingga kini proses pencarian terhadap remaja yang tenggelam itu terus dilakukan tim gabungan, Senin (28/8/2023).
Dalam operasi pencarian ini melibatkan 53 personel gabungan, baik itu dari Basarnas Palangka Raya, BPBD Palangka Raya, Polri dan relawan serta unsur-unsur potensi SAR terkait lainnya.
Untuk diketahui, korban tenggelam adalah remaja berusia 14 tahun bernama Samsudin. Warga Jalan Temanggung Tilung ini diketahui masih duduk di bangku kelas dua di Sekolah Menangah Pertama (SMP) di salah satu Kota Palangka Raya.
Orang tua korban, Yardi (53) mengungkapkan, pada saat itu anaknya ini pergi pamit untuk kerja kelompok bersama rekan-rekan satu sekolahnya. Ia tidak tahu bahwa korban ini ternyata pergi ke bawah Jembatan Kahayan.
“Jadi anak (korban, Red) ini pamitnya pergi kerja kelompok, ngomongnya ketika itu kepada ibunya,” katanya ketika ditemui awak media pada saat berada di lokasi kejadian.
Lanjutnya, ketika itu korban ini dijemput ketiga rekannya menggunakan sepeda motor. Ia tidak menyangka jika anaknya ternyata akan berakhir seperti ini. Katanya mau belajar kelompok, ternyata malah menyimpang ke lokasi tersebut.
“Anak saya tidak pernah pergi-pergi ke tempat ini, kesehariannya biasa saja tidak pernah. Sepertinya teman-temannya yang membawanya yang ketika itu menjemput ke rumah sekitar pukul 15.00 WIB setelah adzan Ashar,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada pencarian di hari kedua ini masih belum ditemukan adanya tanda-tanda kemuncul dari korban yang diduga tenggelam di Sungai Kahayan tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban tenggelam di Sungai Kahayan setelah bermain bersama teman-temannya di tepian sungai. Diduga ia terseret arus saat itu, Minggu (27/8/2023). (oiq)



