Utama

Aksi Perempuan Tabrak Polres Siantar, Penyidik Tidak Temukan Keterkaitan dengan Terorisme

Belajar Agama Melalui Media Sosial

“Pelaku mengaku sakit hati terhadap polisi yang melakukan penembakan terhadap laskar FPI di KM 50 dan menangkap Habib Rizieq Shihab (HRS) beberapa waktu lalu,” kata sumber di kepolisian. dan dalam melakukan aksinya pelaku mengakui melakukan aksi pengerusakan dalam keadaan sadar dengan tujuan masuk surga, demi membela HRS yang di anggapnya sebagai Nabi.

Pelaku juga mengaku sehari-hari belajar agama melalui media sosial Youtube, dengan menonton Channel Youtube Nabawi TV. Orangtua pelaku, MS, saat diperiksa mengaku putrinya itu pernah bersekolah di SD Negeri di Jalan Kertas Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur.

Lalu melanjutkan ke SMP Sultan Agung Jalan Surabaya, dan SMA di Sultan Agung. Namun kemudian pindah ke SMA Kartika karena menghina agama lain.

Saat duduk di kelas 1 SMA, pelaku mengalami kecelakaan, dan saat duduk di kelas 3 SMA, menurut orangtuanya, Fitri mulai bertingkah tidak wajar. Selanjutnya tahun 2014, pelaku masuk ke UISU Medan mengambil jurusan Kedokteran. Namun bertahan hanya atu semester karena tidak mampu mengikuti pelajaran.

Keluar dari Fakulatas Kedokteran UISU, pelaku berjualan tas online selama setahun. Selanjutnya di tahun 2015, pelaku masuk UISU Kabupaten Simalungun mengambil jurusan Agama Islam, dan tamat tahun 2019 dengan gelar SPdI (Sarjana Pendidikan Agama Islam).

Tahun 2019, pelaku menikah dengan teman kuliahnya berinisial RF, dan mengalami KDRT. Sehingga ia melaporkan suaminya ke Polres Simalungun, dan menggugat cerai.

Tahun itu juga, pelaku masuk Pesantren Annur di Karangbangun selama tiga bulan. Namun hanya tiga bulan. Ia dikeluarkan dari pesantren karena tidak mau mengikuti aturan di pesantren tersebut.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co
Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button