Kalteng Peringkat Empat Radikalisme

Di ungkapkannya, narasi-narasi yang di sebarkan di dunia maya itu adalah sikap yang sifatnya hoaks, jauh dari nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta Pancasila. Bahkan kalimat-kalimat mereka di dunia maya ada yang provokasi dan menyerang kepada pemerintah.“Untuk itu kesbangpol provinsi, kabupaten/kota se-Kalteng membuat kontra narasi, yakni kalimat yang negatif itu bagaimana menjadi positif.
Tetapi, radikal di Kalteng saat ini sudah mulai berkurang. Apabila negara di kuasai oleh orang-orang demikian, maka bagaimana mainset generasi di Kalteng, tentu akan bertentangan terus dengan nilai-nilai Pancasila. Untuk itu, Kesebangpol masuk ke sekolah-sekolah, partai dan organisasi. Tentu, lanjut dia, tingginya radikal ini bisa berpotensi ke teroris di Kalteng.“Pada 2020 lalu ada 34 teroris di Kalteng, dua di tahan dan sekarang sudah bebas, yang lainnya di kembalikan ke daerah masing-masing,” ujarnya.



