Utama

Warga Desa Kapuk Serahkan Dua Anak Beruang Madu

SAMPIT, kalteng.co-Warga Desa Kapuk Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bernama Ridlo menyerahkan dua bayi beruang madu kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Komandan Jaga BKSDA Pos Sampit, Muriansyah mengatakan pihaknya pada Sabtu (26/12) kemarin menerima dua bayi beruang madu dari warga Kecamatan Mentaya Hulu, yang baru ditemukan di hutan untuk diselamatkan, dan bayi beruang itu akan dibawa ke kantor di Pangkalan Bun untuk diobservasi.

“Saat ini kondisi bayi beruang madu itu sehat, dan sesuai arahan, dua bayi beruang madu itu akan dibawa ke Pangkalan Bun untuk diobservasi,” ujar Muriansyah Rabu (30/12).

Menurutnya dua bayi beruang madu itu di temukan seorang warga Desa Kapuk Kecamatan Mentaya Hulu, karena merasa kasihan, warga tersebut membawa pulang kedua bayi beruang itu dan menitipkannya kepada Ridlo yang kebetulan mau pergi ke Sampit untuk diserahkan kepada BKSDA.

“Bayi beruang itu akan diobservasi dan dirawat oleh ahli, selanjutnya akan dilepasliarkan kalau sudah besar dan dinilai sudah mampu bertahan hidup di alam liar yang menjadi habitat aslinya, makanya kami akan bawa ke kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Wilayah II Pangkalan Bun,” terang Muriansyah.

Dirinya jugaemgatakan Satwa liar dengan nama latin ‘helarctos malayanus’ tersebut rawan mati kalau dirawat oleh orang tidak memahami cara merawat yang benar. Apalagi beruang madu merupakan satwa yang dilindungi dan beruang madu itu termasuk satwa liar yang buas. Semakin besar ukurannya, satwa dengan kuku tajam itu semakin berbahaya karena dikhawatirkan bisa menyerang manusia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat atas kepedulianya dalam membantu menyelamatkan dua satwa dilindungi tersebut, kalau dipelihara warga, beruang itu ditakutkan akan mati, karena Satwa itu akan lebih baik hidup di habitat aslinya dibanding dipelihara oleh manusia,” acap Muriansyah.

Ia juga menambahkan saat bersamaan pula diserahkannya seekor buaya yang juga diserahkan warga Sampit. Buaya tersebut masih berukuran kecil yang ditemukan di Sungai Mentawa dan buaya itu akan dilepasliarkan di Suaka Margasatwa di Kabupaten Lamandau.(bah).

Related Articles

Back to top button