BeritaDPRD KALTENGLEGISLATIF

Arton S. Dohong Dianugerahi Gelar Adat Tertinggi Dayak di HUT ke-69 Kalteng

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong menerima penganugerahan gelar adat Dayak tertinggi dari Kerapatan Adat Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, di sela Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026, yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalteng, belum lama ini. Gelar adat yang dianugerahkan kepada Arton yakni “Mantir Hai Antang Tahunjung Bajela Ruhung, Duhung Kurik Nguit Lawang Langit, Pulang Ringgit Tangkurias Hawun, Teras Nyusun Rujin Lewu, Kajang Lumbah Kalimantan Tengah”.

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat dan menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian ribuan peserta upacara. Pemasangan atribut adat dilakukan langsung oleh Ketua Umum DAD Kalteng bersama Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran selaku Inspektur Upacara. Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat daerah, tokoh adat, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Bumi Tambun Bungai.

Penganugerahan gelar adat itu tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga simbol amanah besar bagi seorang pemimpin daerah dalam menjaga nilai-nilai Huma Betang, melindungi masyarakat adat, serta memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.

Usai prosesi, Arton S. Dohong mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas penghargaan adat yang diterimanya tersebut.

“Gelar adat ini adalah kehormatan sekaligus amanah yang sangat berat. Ini menjadi pengingat bagi kami di lembaga legislatif untuk terus berjuang demi hak-hak masyarakat adat, kesejahteraan rakyat, dan kemajuan pembangunan Kalimantan Tengah,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dalam amanatnya turut menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua DPRD Kalteng atas penganugerahan gelar adat tersebut.

Ia menegaskan, sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh unsur Forkopimda menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pergelaran seni dan budaya daerah yang semakin menegaskan kekayaan tradisi Kalimantan Tengah tetap lestari di tengah perkembangan era modern. (bam)

Related Articles

Back to top button