Filosifi Mandau Dayak, Simak Versi Karungutnya……

Mandau terbuat dari batu yang dibuat tajam. Meski demikian, popularitasnya mengalahkan jenis pisau lainnya.

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Mandau bagi Suku Dayak tidak hanya sebatas senjata tajam. Senjata tradisional ini memiliki filosofi sangat mendalam bagi tatanan masyarakat luas baik secara adat, budaya, sosial, ekonomi hingga politik.

Mandau terbuat dari batu yang dibuat tajam. Meski demikian, popularitasnya mengalahkan jenis pisau lainnya. Mandau berasal dari bahasa Dayak Kalimantan Tengah, yaitu asal kata “Man” dari singkatan kata “kuman” yang berarti “makan” dan “do” yaitu singkatan dari kata “dohong” yakni pisau belati khas Kalimantan Tengah.

Baca Juga:  Masih Ada Oknum Polisi Anarkistis, Ombudsman Ingatkan Agar Lebih Humanis

Jadi secara harfiah mandau atau mando berarti “makan dohong”. Maksudnya, popularitas mandau mengalahkan dohong. Benar saja, saat ini mandau bukan hanya dikenal terbatas di Dayak saja, melainkan juga Indonesia atau bahkan dunia.

Baca Juga:  Momentum Enam Dekade Golkar Harus Menang

Yerson B Suling seniman asal Kabupaten Murung Raya menuliskannya dalam syair karungut. Berjudul Tandak Mandau dengan vocal Yenti, dan iringan kecapi Aprianto Bas, serta tata Bandi Tatarias Firman,.(tur)

Kalteng.co » AKHIR PEKAN » Filosifi Mandau Dayak, Simak Versi Karungutnya……