Bongkar Jaringan Bandar Narkoba yang Tewaskan 3 Anggota Polisi di Katingan, Ada Anak Pejabat Diduga Terlibat!

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Penanganan kasus dugaan peredaran narkotika yang berujung gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan terus berkembang. Kali ini, beredar informasi mengenai seorang perempuan yang diduga memiliki hubungan dengan jaringan pelaku dan disebut merupakan anak dari seorang pejabat penting di Kabupaten Katingan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kalteng.co, perempuan tersebut telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Tengah. Hingga kini, penyidik masih mendalami peran maupun keterkaitannya dalam perkara tersebut.
Sumber di lapangan menyebut perempuan itu diduga memiliki hubungan dekat dengan Bio, salah satu terduga pelaku yang telah diamankan polisi dan disebut terlibat dalam insiden penyerangan terhadap personel Satresnarkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang menyatakan perempuan tersebut terlibat dalam tindak pidana. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan mendalami seluruh informasi yang berkembang, termasuk dugaan hubungan keluarga perempuan itu dengan salah seorang pejabat penting di Kabupaten Katingan.
Saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol, belum memberikan penjelasan secara rinci. Ia hanya menyebut proses penyelidikan masih berlangsung.
“Masih pendalaman,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Ketika ditanya mengenai kebenaran informasi bahwa perempuan tersebut merupakan anak dari seorang pejabat penting di Kabupaten Katingan, ia kembali menegaskan penyidik belum dapat menyimpulkan hal tersebut.
“Masih kami dalami dulu,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat meminta semua pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan. Menurutnya, kepolisian akan menyampaikan perkembangan perkara setelah seluruh fakta berhasil diungkap.
“Mohon waktu, nanti akan disampaikan setelah lengkap, terang benderang, dan seluruh fakta terungkap,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula saat personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap dugaan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari.
Operasi tersebut berujung pada penyerangan yang menyebabkan gugurnya tiga anggota Polri, yakni Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra, Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Ipda Anumerta Sumariyanto. Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat. (oiq)



