Kehadiran Transportasi Online, Angkot Nyaris Bubar

Dishub Palangka Raya
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman P Pakpahan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Angkutan Kota atau kerap di sebut angkot pernah berjaya pada masanya di Kota Palangka Raya. Puluhan tahun silam, mobil berwarna oranye itu pernah menjadi raja jalanan.

Seiring berkembangnya teknologi, keberadaan angkutan bermuatan delapan penumpang itu mulai tergerus zaman. Mereka sudah jarang di temui. Populasinya saat ini tak sebanyak dulu.

Semakin berkembangnya jenis usaha transportasi umum di Kota Cantik, seperti angkutan umum berbasis daring atau online membuat persaingan usaha menjadi lebih ketat.

Baca Juga:  BNI Sponsor Utama Event Bulutangkis Nasional

Jika tidak siap maka akan tergerus dengan moda transportasi yang semakin canggih. Apa lagi konsumen saat ini membutuhkan alat transportasi umum yang mudah, nyaman dan cepat.

Kadishub Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan, menyebutkan, saat ini angkutan berwarna oranye jumlahnya hanya tinggal puluhan unit. Mereka nyaris saja bubar.

“Dengan adanya transportasi online, keberadaan angkot ini hidup segan mati tidak mau. Angkot sebanyak 33 armada ini nyaris bubar alias bangkrut,” katanya kepada Kalteng.co, Rabu (16/6/2021) sore.

Lanjutnya, untuk angkutan umum pihaknya turut melakukan pengecekan. Seperti halnya, unsur administrasi SIM, STNK, buku uji.

Baca Juga:  Tingkatkan Kepedulian Pada Peringatan Maulid Nabi

Lalu kartu pengawasan unsur teknis meliputi,  sistem penerangan seperti lampu utama, lampu sign, lampu rem dan lampu mundur. Kemudian sistem pengereman rem utama dan rem parkir, kaca depan, ban depan belakang dan sabuk keselamatan pengemudi.

“Untuk volume tempat duduk, trayek yang di lintasi itu ada pengawasan di Terminal Mihing Mahasa Pahandut.  Kegiatan ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (oiq)