BeritaHukum Dan Kriminal

Tangis Keluarga Pecah Melihat Kedatangan Jenazah Aipda Yudhi

Polisi yang Meninggal saat Pemberantasan Narkotika di Katingan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Suasana haru menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah saat jenazah anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, tiba sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (2/7/2026). Almarhum merupakan anggota polisi yang gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Iring-iringan ambulans yang membawa jenazah Aipda Yudhi mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Katingan. Dalam rombongan yang sama juga dibawa jenazah Teriyo, warga yang merupakan keluarga terduga pelaku dalam peristiwa tersebut. Keduanya langsung dibawa ke instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses visum.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Tangis keluarga pecah begitu pintu ambulans dibuka. Sang ibu tampak histeris saat melihat jenazah putranya diturunkan, sementara ayah almarhum hanya bisa terduduk lemas menahan duka. Sejumlah kerabat yang telah menunggu sejak siang turut larut dalam suasana haru saat prosesi pemindahan jenazah berlangsung.

Paman almarhum, Labih (51), mengaku keluarga awalnya mengetahui kabar duka tersebut dari pesan yang beredar di grup WhatsApp. Informasi itu kemudian dipastikan setelah sejumlah rekan almarhum menghubungi pihak keluarga dan membenarkan bahwa Aipda Yudhi gugur ketika menjalankan tugas.

“Informasinya kami terima pertama kali dari grup WhatsApp. Setelah itu baru dikonfirmasi oleh rekan-rekannya bahwa almarhum gugur saat bertugas dalam operasi pemberantasan narkoba,” ujarnya.

Labih mengatakan, kedua orang tua almarhum baru menerima kepastian kabar tersebut pada Kamis siang. Sejak saat itu, keluarga langsung bergegas menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk menunggu kedatangan jenazah dan memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga mereka.

“Orang tuanya juga baru siang tadi mendapat kabar pasti. Kami semua sangat terpukul karena almarhum meninggal saat menjalankan tugas negara,” katanya. Hingga Kamis sore, jenazah Aipda Yudhi Perdana Putra maupun Teriyo masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah untuk menjalani proses visum sebagai bagian dari tahapan penyelidikan

Sementara itu, keluarga almarhum tampak terus berdatangan untuk memberikan doa dan menguatkan kedua orang tua yang masih diselimuti duka mendalam. Peristiwa gugurnya Aipda Yudhi saat operasi pemberantasan narkotika di Katingan menjadi perhatian luas masyarakat Kalimantan Tengah.

Selain merenggut nyawa seorang anggota polisi, insiden tersebut juga masih menyisakan pencarian terhadap dua personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hingga kini belum ditemukan. (oiq/aza)

Related Articles

Back to top button