Hukum Dan Kriminal

Dua Polisi Aktif Diduga Terlibat Kematian Anggota Polda Kalteng di Ponton

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dua polisi aktif diduga terlibat dalam kematian anggota Polda Kalteng di Ponton. Hingga kini penyelidikan demi penyelidikan terus dilakukan guna mengusut secara tuntas kasus tersebut.

Diketahui sebelumnya, Aipda Andre Wibisono tewas dikeroyok dan ditembak 11 pelaku di Kampung Ponton, Jalan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Dalam kasus tersebut, kepolisian meringkus sembilan pelaku. Mereka adalah Abu Kasim, Ahmad Muzakkir, Suhaili alias Lili, Nopriansyah alias tengkong, Baidi alias Japang, Adi alias Tikus, Muhammad Iqbal alias Bal Tumbal dan Akhmad Laksa.

Sementara satu diantara pelaku lainnya, yaitu Indra Lesmana alias Teteh harus berakhir tragis. Ia terpaksa diberikan tindakan tegas terukur karena berusaha melawan saat akan diamankan.

Dalam kasus kematian anggota Polda Kalteng ini, petugas mengamankan dua anggota Polri akitif yang diduga ikut terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut.

“Iya benar anggota polisi tersebut berinisial J dan U dan telah ditempatkan di ruang khusus,” kata Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol K. Eko Saputro, saat dikonfirmasi, Jumat (30/12/2022).

Dijelaskannya, untuk oknum U berpangkat Aipda dan berdinas di Polda Kalteng. Sementara untuk oknum J berpangkat Bripka dan berdinas di Polresta Palangka Raya.

Kedua oknum polisi tersebut, pada saat kejadian tewasnya korban berada di lokasi dan tidak melaksanakan tugas sesuai kewenangannya.

“Saat ini kasusnya telah ditangani oleh Propam Polda Kalteng dan setelah operasi Lilin ini pada Januari 2023 mendatang, akan dilakukan sidang kode etik dan disiplin,” ucapnya.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button