Kadis PUPR Kalteng Apresiasi Peresmian ULD dan FIKSI 2025: Langkah Besar Wujudkan Kalteng Inklusif
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah, Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, ST., MTP, memberikan apresiasi tinggi atas peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, di Huma Berkah, Palangka Raya, Rabu (20/11/2025).
Menurut Juni Gultom, keberadaan ULD merupakan tonggak penting dalam memperkuat pembangunan inklusif di Kalimantan Tengah, terutama dalam memastikan seluruh fasilitas publik ke depan semakin ramah dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Bapak Gubernur Agustiar Sabran yang meresmikan Unit Layanan Disabilitas ini. Kehadiran ULD menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng terus berupaya menghadirkan layanan yang adil, setara, dan menjangkau seluruh masyarakat tanpa kecuali,” ujar Juni Gultom.
Sebagai instansi yang membidangi urusan infrastruktur, Juni menegaskan bahwa Dinas PUPR Kalteng siap mendukung penuh keberlanjutan layanan ULD melalui pembangunan fasilitas publik yang berorientasi pada aksesibilitas.
“Kami di PUPR berkomitmen memastikan bahwa setiap pembangunan, baik itu gedung pemerintahan, fasilitas umum, hingga ruang terbuka publik, wajib memperhatikan standar aksesibilitas disabilitas. Ini bukan sekadar persyaratan teknis, tetapi bagian dari penghormatan terhadap hak-hak saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” katanya.
ULD Ini Tidak Hanya Menjadi Pusat Layanan
Ia juga menambahkan, bahwa pembangunan inklusif merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, berkeadilan, dan sejahtera.
Juni Gultom juga menyampaikan kebanggaannya terhadap penyelenggaraan Festival Inovasi Kewirausahaan Anak Berkebutuhan Khusus (FIKSI) 2025 yang menghadirkan 264 siswa dari 44 sekolah khusus di berbagai kabupaten/kota.
“Melihat anak-anak berkebutuhan khusus tampil percaya diri dengan inovasi dan produk kreatif adalah hal yang sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa potensi mereka luar biasa besar, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk membuka pintu-pintu kesempatan bagi mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, FIKSI menjadi panggung penting bagi anak-anak disabilitas untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Juni Gultom menyampaikan harapannya agar ULD dan ajang FIKSI dapat menjadi katalis perubahan bagi pembangunan inklusif di Kalimantan Tengah.
“Harapan saya, ULD ini tidak hanya menjadi pusat layanan, tetapi juga menjadi pusat perubahan sosial. Kita ingin masyarakat semakin sadar bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dalam pendidikan, kreativitas, dan masa depan,” jelasnya.
Ia menegaskan kembali komitmen PUPR untuk mendukung penuh setiap kebijakan yang mendorong terciptanya sarana dan prasarana inklusif di seluruh wilayah provinsi.
“Kami siap berkolaborasi lintas sektor agar infrastruktur di Kalteng benar-benar ramah disabilitas. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin kita bisa mewujudkan Kalteng yang inklusif, setara, dan memberi ruang bagi setiap warganya untuk berkembang,” tutup Juni Gultom. (pra)
EDITOR: TOPAN




