BeritaNASIONAL

SIEJ dan Pulitzer Center Gelar Rembuk Ilmuwan, Dorong Integrasi Sains dalam Kebijakan Iklim

JAKARTA, Kalteng.co-Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bersama Pulitzer Center menggelar rembuk ilmuwan dan media, Jumat (22/11/2024).

Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda Green Press Cummunity tahun 2024 ini  berfokus pada tema “Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Kebijakan Iklim Menuju Target Net Zero 2060”.

Dalam kesempatan para ahli dan jurnalis lingkungan membahas pentingnya integrasi pengetahuan ilmiah dalam proses pembuatan kebijakan iklim.

Irsan Pawennei selaku Co-Founder Center for Innovation Policy and Governance (CIPG), menyoroti tiga tantangan utama dalam implementasi kebijakan berbasis sains, yaitu:

  1. Koordinasi yang lemah: Kurangnya koordinasi antar lembaga seringkali menghambat pelaksanaan kebijakan secara efektif.
  2. Disiplin implementasi yang rendah: Perencanaan yang baik belum tentu diikuti dengan pelaksanaan yang baik.
  3. Pengaruh politik: Kepentingan politik seringkali mengalahkan kepentingan sains dalam pembuatan kebijakan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Irsan menekankan pentingnya memperkuat kapasitas pembuatan kebijakan, memperbaiki proses pembuatan kebijakan, dan mendorong penggunaan riset untuk mendukung pengambilan keputusan.

Senada dengan Irsan, Prof. Dr. Edvin Aldrian, wakil ketua working group I dalam Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), juga menekankan pentingnya peran media dalam mengomunikasikan hasil-hasil penelitian iklim kepada masyarakat luas. Menurutnya, media dapat berperan aktif dalam mengkampanyekan penggunaan energi terbarukan dan mendorong masyarakat untuk beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button