Rektor UPR dan Bupati Gumas Bangun Desa

BERKARYA : Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, Rektor UPR Andrie Elia, Camat Manuhing dan sejumlah Kades ketika pencanangan program UPR membangun desa, Senin (29/11/2021) pagi. FOTO : ALBERT M SHOLEH

Teori diberikan dosen kepada mahasiswa tidaklah sempurna. Melengkapinya, praktik melalui KKN menjadi jalan utama. Lantas, apa saja yang dilakukan untuk menerapkan teori dan praktik? Berikut ulasannya.

ALBERT M SHOLEH, Palangka Raya

MENDENGAR istilah Kuliah Kerja Nyata (KKN), kerap diidentifikasi dengan adanya gapura dan plang nama di sejumlah pelosok. Apakah kegiatan KKN mahasiswa bersama dosen pendamping lapangan hanya bisa membuat gapura dan plang nama? tentu tidak. Buktinya, banyak karya patut dijadikan pembelajaran bersama insan cendekia dan masyarakat pada umumnya.

Ikut perjalanan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR), membuka mata dan telinga banyaknya kegiatan pengabdian. Ya. Pencanangan UPR Membangun Desa Berkarya Untuk Indonesia, menjadi satu bukti nyata.

Di Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Gunung Mas, mahasiswa dan dosen pendamping lapangan menciptakan banyak karya, terjun langsung membantu warga. Mulai dari turut membuat kerajinan, kudapan (kuliner) khas, hingga mengajar dan membantu menyukseskan program pemerintah daerah menurunkan stunting (gagal tumbuh / kurang gizi).

Baca Juga:  Petani Ditemukan Tak Bernyawa Dekat Kebunnya

Sekitar 142 Km dari kampus UPR Kota Palangka Raya, Kelurahan Tumbang Talaken menjadi saksi penerapan Tridharma kampus meliputi inovasi pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat.

“Merdeka belajar, kampus merdeka, kebijakan Mendikbud Ristek RI, menitikberatkan pada kreativitas dan inovasi agar pembangunan Indonesia berkelanjutan. Untuk itu, mahasiswa harus disiapkan menjadi pembelajar sejati, terampil, lentur dan ulet (agile learner),” ucap Rektor UPR Andrie Elia, Senin (30/11) pagi.