EKSEKUTIFKabar DaerahPEMKAB SERUYAN

Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Seruyan Minta Pimpinan OPD Tinggalkan Cara Konvensional

KUALA PEMBUANG, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan secara resmi menggelar penandatanganan perjanjian kinerja bagi seluruh Kepala Perangkat Daerah tahun anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) ini menjadi tonggak awal penguatan akuntabilitas di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Bupati Seruyan menegaskan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar seremoni formalitas. Dokumen perjanjian tersebut merupakan wujud komitmen nyata untuk meningkatkan capaian prestasi kerja agar jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Filosofi Keberuntungan dalam Kinerja

Bupati memberikan motivasi mendalam kepada jajarannya dengan mengutip filosofi tentang perubahan ke arah yang lebih baik. Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus bertumbuh dan tidak terjebak dalam zona nyaman.

“Siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung. Siapa yang hari ini sama dengan kemarin termasuk orang yang merugi, dan siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin termasuk orang yang celaka,” ujar Bupati, Selasa (31/03/2026).

SAKIP sebagai Tolok Ukur Keberhasilan Organisasi

Perjanjian kinerja ini merupakan bagian integral dari siklus Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden. Dokumen ini memuat daftar penugasan program, kegiatan, serta indikator kinerja utama yang akan menjadi standar evaluasi bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurut Bupati, perjanjian ini berfungsi sebagai:

  • Dasar Monitoring: Alat pantau capaian target di lapangan.

  • Pengendalian Berkala: Bahan evaluasi setiap triwulan untuk memastikan program tetap on-track.

  • Indikator Keberhasilan: Parameter objektif untuk menilai efektivitas kepemimpinan di masing-masing dinas.

Bupati berharap, melalui komitmen yang tertuang dalam dokumen ini, target pembangunan daerah tahun 2026 dapat tercapai secara optimal dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Inovasi Digital dan Kolaborasi Lintas Sektor

Memasuki era digitalisasi, Bupati menuntut para pimpinan perangkat daerah untuk lebih berani melakukan inovasi. Ia meminta agar metode kerja konvensional mulai ditinggalkan dan diganti dengan sistem yang lebih efisien dan transparan.

“Pimpinan perangkat daerah harus melakukan pembaruan metode kerja. Jangan ragu untuk memperbaiki atau menyederhanakan regulasi yang selama ini justru menghambat pelayanan publik,” tegasnya.

Selain inovasi, kolaborasi lintas sektor menjadi poin penting yang ditekankan. Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan visi-misi kabupaten bukanlah hasil kerja satu instansi semata, melainkan buah dari sinergi dan kerja sama yang solid antar seluruh perangkat daerah.

Jabatan Adalah Amanah, Bukan Fasilitas

Menutup sambutannya, Bupati kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas. Ia memberikan pesan keras kepada para pejabat daerah agar tidak menyalahgunakan wewenang.

“Ingatlah bahwa jabatan bukan sekadar fasilitas, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat Seruyan,” pungkasnya. (hms)

Related Articles

Back to top button