Utama

Kisah YouTuber Kalteng Berpenghasilan Fantastis (2)

Image Image

Menjadi salah satu peraih silver play button dari YouTube tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Lindu Anugraha Putra, YouTuber asal Lamandau ini. Terlebih mendapatkan play button bukanlah hal mudah. Pemilik channel YouTube Fayz Fishing Adventure ini setidaknya harus mempunyai lebih dari 100 ribu subscriber.

RUSLAN, Nanga Bulik

BERKAT channel YouTube-nya ini, Putra juga sudah bisa memberdayakan warga lokal untuk bekerja sama membuat konten maupun menjadi model dalam konten YouTube-nya.

“Alhamdulillah sekarang ini kami juga sudah bisa membantu mempekerjakan warga sekitar dengan sistem freelance. Penghasilan mereka dibayar berdasarkan video yang diperankan. Kalau videonya viral, hasilnya dinikmati oleh pemeran itu sendiri,” tukasnya.

Buah dari kerja kerasnya dalam mengembangkan channel YouTube, saat ini keluarga Fayz sudah bisa menikmati hidup berkecukupan. Mampu membeli mobil dan sepeda motor, serta memiliki sejumlah aset tanah. Peralatan kamera serta perahu yang digunakannya saat ini sudah terbilang layak untuk keperluan membuat konten. Semuanya dibeli dari pendapatan sebelumnya.

“Alhamdulillah untuk kebutuhan keluarga saat ini sudah bisa terpenuhi. Sebenarnya yang paling penting bagi saya yakni bagaimana bisa mengenalkan budaya lokal kita melalui channel YouTube ini. Karena itu saya selalu konsisten untuk membuat konten, menangkap ikan dengan cara tradisional khas suku pedalaman,” bebernya.

Dalam waktu kurang dari setahun, Lindu Anugraha Putra berhasil menunjukkan eksistensinya di kalangan YouTuber. Hal itu terbukti dengan diperolehnya silver play button dari YouTube untuk channel Fayz Fishing Adventure.

Meski penghargaan tersebut masih merupakan kategori pemula, tapi dengan meraih silver play button menjadi bukti keseriusan YouTuber dalam mengembangkan channel YouYube. Apalagi Putra, pemilik channel Fayz Fishing Adventure ini, masih tergolong pendatang baru dalam dunia konten kreator seperti YouTube. Ia juga hanya belajar secara autodidak sebagai YouTuber, mulai dari memeragakan adegan, ide kreatif, cara pembuatan video, editing, hingga kemudian meng-upload.

Baca Juga:  BMKG : Wilayah Kalteng Waspada Banjir

Alhasil channel Youtube-nya yang semula hanya memiliki 100 ribu subscriber dan diganjar silver play button dari youtube, pada tahun kedua pengembangan channel YouTube-nya meningkat menjadi hampir 600 ribu subscriber, sekaligus menjadikan Putra sebagai salah satu YouTuber dengan subscriber terbesar se-Kalteng.

Saat ini channel YouTube milik putra sudah mencapai angka 596 subscriber, sedangkan halaman Facebook-nya sudah memiliki 150 ribu pengikut. Jumlah pengikut media sosialnya yang terbilang banyak itu, tentu tidak hanya menghasilkan penghargaan, tetapi juga menghasilkan pundi-pundi rupiah, yang hingga saat ini terus mengalir ke rekeningnya, karena videonya ditonton terus-menerus.

“Penghargaan silver play button itu saya dapat pada pertengahan 2019 kemarin, karena channel Youtube saya saat itu mencapai 100 ribu subscriber,” kata Putra saat dibincangi wartawan Kalteng Pos, di kediamannya.

Tak ingin berpuas diri dengan yang sudah didapatkan, Putra justru menargetkan bisa mendapatkan gold play button pada tahun ini, cukup dengan mendapatkan 1 juta subscriber. “Ini semua berkat dukungan dari penggemar setia Fayz Fishing Adventure. Tanpa mereka, saya bukan siapa-siapa. Doakan saja semoga tahun ini channel YouTube Fayz Fishing Adventure bisa tembus 1 juta subscribe,” harapnya.

Pria yang akrab disapa Papa Fayz ini pun berharap bahwa channel YouTube-nya bisa memotivasi putra-putri daerah untuk bisa berkreasi sembari memperkenalkan Kabupaten Lamandau kepada dunia.

“Membangun daerah tidak hanya soal infrastruktur. Menjadi pelaku usaha bidang seni seperti konten kreator YouTube juga bisa ikut membangun daerah, sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas,” sebutnya.

Meski sudah membuat konten di sejumlah daerah hingga keluar wilayah Kalimantan, ke depannya Putra memiliki cita-cita untuk mengembangkan channel YouTube-nya dengan konten lokal yang lebih menarik, khususnya di wilayah Kalimantan. Bahkan Putra mengaku bahwa tiga wilayah yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan sudah dijelajahinya untuk berburu konten memancing ikan endemik Kalimantan.

“Beberapa daerah di Indonesia sudah pernah kami kunjungi, mencoba spot mancing di luar Kalimantan. Namun, fokus kami ke depan tetap untuk wilayah Kalimantan, terutama yang belum dicoba spotnya seperti wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*/ce/ala)

Image Image Image Image Image Image Image

Related Articles

Back to top button