Tongkang Meledak, Satu Orang Tewas

Kami Masih Menunggu Kepastian Penyebabnya
Apalagi ledakan ini juga pernah terjadi beberapa tahun silam. “Kami minta agar di lakukan evaluasi masalah relokasi karena sangat membahayakan warga sekitar. Kami berharap ada tindakan dan di lakukan pemeriksaan secara intensif,” ucapnya. Salah satu warga Ikhsan sendiri mengaku kaget dengan kejadian tersebut, karena saat masyarakat melakukan aktivitasnya tiba-tiba terdengar ledakan yang sangat hebat.

Bahkan dampaknya sendiri sampai puluhan kilometer dari lokasi kejadian. Beberapa rumah milik warga yang rata-raya terbuat dari kayu hancur. Selain itu rumah ibadah dan jembatan juga rusak karena dampak ledakan. “Salah satu warga juga meninggal karena memiliki penyakit jantung dan sempat kaget. Korban meninggal di pasar saat sedang berbelanja,” ungkapnya. Sementara itu, Bupati Kobar Hj Nurhidayah yang mendengar informasi ini langsung turun ke lokasi kejadian.
“Kami masih menunggu kepastian penyebabnya dan melihat bagaimana kondisi para karyawan. Kami juga meninjau dan mencari informasi warga sekitar lokasi kejadian,” katanya. Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Kalteng H Agustiar Sabran juga memberikan perhatian serius atas kasus ledakan tongkang ini. “Ledakannya sangat kuat dan membuat masyarakat di rugikan di mana serpihan-serpihan berserakan,” katanya kepada Kalteng Pos, Senin (5/7).
Polisi Masih Melakukan Penyelidikan
Dia meminta perusahaan yang bersangkutan bisa memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak. Apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. “Pihak berwajib harus mengusut tuntas penyebab ledakan tersebut dan warga wajib mendapatkan kompensasi dari perusahaan, sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka,” tegas politikus PDIP tersebut.
Selain itu, jika memenuhi unsur-unsur yang ada maka keberadaan perusahaan itu harus di perhatikan. Bila perlu di cabut perizinannya karena di nilai sudah tidak layak lagi keberadaannya karena sangat merugikan orang lain. Diri nya sebagai wakil rakyat akan mengawal hal ini, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang ada. Sehingga permasalahan ini mendapatkan jalan keluar dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah menegaskan, polisi masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi. Nantinya akan memanggil tim laboratorium dari Surabaya untuk memastikan penyebab dan sumber kejadian di lokasi.
Sedangkan untuk lokasi sudah di berikan garis polisi dan di jaga ketat supaya tidak ada yang datang atau melakukan perubahan di lokasi.
“Kami pastikan hari Rabu (7/7) nanti tim laboratorium datang dan langsung bekerja. Kami juga lakukan pemeriksaan intensif dan aktifitas sementara di hentikan,”ucapnya.(son/uni)



