Bupati H. Shalahuddin Resmi Buka Pasar Ramadan 1447 H di Jantung Kota Muara Teweh

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Suasana religius dan geliat ekonomi menyatu di jantung Kota Muara Teweh. Bupati Barito Utara (Barut), H. Shalahuddin, secara resmi membuka Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di depan Masjid Raya Shirotal Mustaqim, Jalan Imam Bonjol, Kamis (19/2/2026).
Acara pembukaan ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Dandim 1013/MTW Letkol Inf Nurwahid, Sekda Muhlis, Ketua TP PKK Maya Savitri Shalahuddin, serta Ketua GOW Mira Felix Sonadie. Jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga tampak hadir memberikan dukungan penuh pada agenda tahunan ini.
Lokasi Baru: Strategis dan Lebih Nyaman
Ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Bupati H. Shalahuddin mengungkapkan bahwa lokasi Pasar Ramadan sengaja dipindahkan dari lokasi tahun-tahun sebelumnya. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pertimbangan matang dan masukan dari berbagai elemen masyarakat serta kepala OPD.
“Tahun ini lokasi kita berbeda. Alasan pemilihan lokasi di depan Masjid Shirotal Mustaqim ini diambil atas masukan masyarakat demi kenyamanan bersama,” ujar Bupati Shalahuddin dalam sambutannya.
Bupati menjelaskan, pemilihan Jalan Imam Bonjol sebagai pusat kuliner Ramadan bertujuan untuk menghindari kendala teknis yang sempat terjadi di tahun-tahun lalu:
Hindari Risiko Banjir: Penggunaan area Water Front City (WFC) dikhawatirkan terkendala jika debit air sungai naik secara tiba-tiba.
Kelancaran Pendidikan: Lokasi di depan SMAN 1 Muara Teweh dinilai terlalu padat dan berisiko mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa di pagi hari.
Dukung UMKM dan Pelestarian Kuliner Lokal
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barut, Dewi Handayani, melaporkan bahwa Pasar Ramadan 1447 H ini akan memanjakan lidah masyarakat selama satu bulan penuh, mulai 19 Februari hingga 16 Maret 2026.
Selain mempermudah warga mendapatkan takjil dan menu berbuka puasa, pasar ini menjadi panggung utama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk meningkatkan omzet mereka.
“Pasar ini diikuti oleh 85 pedagang terdata, yang terdiri dari 35 pedagang kue basah khas daerah, 26 pedagang makanan berat, dan 20 pedagang aneka minuman segar,” papar Dewi.
Wadah Sosial dan Kebersamaan
Lebih dari sekadar tempat transaksi jual beli, Pasar Ramadan diharapkan menjadi sarana hiburan positif dan wadah sosial yang mempererat silaturahmi antarwarga. Dengan dipusatkannya kegiatan di depan masjid raya, nuansa ibadah dan kemasyarakatan diharapkan berjalan selaras.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah sosial dalam menciptakan kebersamaan di bulan Ramadan tahun ini, sekaligus upaya kita melestarikan kekayaan kuliner lokal Barito Utara,” pungkas Dewi Handayani.
Masyarakat kini dapat mengunjungi area Jalan Imam Bonjol setiap sore menjelang berbuka untuk menikmati berbagai sajian khas Bumi Iya Mulik Bengkang Turan dalam suasana yang lebih tertata dan nyaman. (hms)



