BeritaHukum Dan Kriminal

Berangsur Membaik, Pembacokan Brutal di Palangka Raya Butuh Biaya Pengobatan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kondisi EY (55), korban pembacokan brutal di kawasan Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya, mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palangka Raya, korban kini sudah mulai bisa tersenyum dan berinteraksi dengan warga yang datang membesuk.

EY tampak beberapa kali bercanda dengan ibu-ibu warga sekitar yang datang menjenguknya. Bahkan, di tengah kondisi tubuh yang masih lemah pascaoperasi akibat luka bacok serius, pria tersebut masih sempat melempar candaan kepada wartawan yang menemuinya di ruang perawatan.

“Puji Tuhan sudah mulai membaik. Tidak ada keluarga di sini, keluarga saya di Kaltim,” ujar EY dengan suara pelan.

Meski kondisi fisiknya berangsur pulih, luka batin yang dialami korban rupanya masih membekas. EY mengaku hingga kini masih mengalami trauma berat akibat peristiwa berdarah yang menimpanya. Bayangan terduga pelaku disebut masih sering menghantui pikirannya, terutama saat malam hari ketika hendak beristirahat.

“Setiap tidur dia muncul di mimpi saya, di depan warung,” katanya.

Korban diketahui hidup seorang diri di Palangka Raya tanpa pendamping keluarga. Anak dan kerabatnya berada di wilayah Kalimantan Timur sehingga selama menjalani perawatan di rumah sakit, EY lebih banyak mendapat dukungan dari warga sekitar dan para relawan yang bersimpati terhadap kondisinya.

Selain berjuang memulihkan kesehatan fisik dan mental, EY kini juga menghadapi persoalan biaya pengobatan. Asuransi yang dimilikinya disebut tidak dapat digunakan untuk menanggung biaya perawatan akibat kasus penganiayaan tersebut. Saat ini korban diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp16 juta untuk pengobatan dan perawatan lanjutan.

“Saya berharap ada itikad baik dari keluarga pelaku,” ucapnya.

Korban juga berharap pihak kepolisian dapat membantu mengembalikan telepon genggam miliknya agar ia bisa berkomunikasi dengan anak serta keluarganya di Kaltim. Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan dari warga mulai berdatangan. Sejumlah ibu-ibu yang datang membesuk bahkan telah menyerahkan donasi sementara sebesar Rp3 juta untuk membantu biaya pengobatan korban.

Salah seorang rekan korban yang ikut menggalang bantuan, Lisna Sidiq mengatakan, kondisi EY kini memang mulai membaik namun masih membutuhkan dukungan dan uluran tangan masyarakat. “Keadaan beliau sekarang sedang dirawat di RS Bhayangkara Palangka Raya. Mulai kemarin kami juga mengumpulkan donasi buat beliau, karena beliau sangat membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Lisna.

Menurut Lisna, korban merupakan perantauan yang jauh dari keluarga sehingga praktis tidak memiliki pendamping selama menjalani perawatan di Palangka Raya. Karena itu, pihaknya berinisiatif membuka penggalangan dana untuk membantu kebutuhan medis dan pendampingan korban selama masa pemulihan.

Sementara itu, Kapolsek Pahandut, Iyudi Hartanto mengatakan kondisi korban masih stabil dan terus menjalani perawatan medis. Polisi juga masih menunggu hasil observasi kejiwaan terhadap terduga pelaku berinisial N (33) yang saat ini diperiksa di rumah sakit jiwa.

“Kondisi korban masih baik aja namun masih tahap perawatan. Untuk hasil observasi pelaku belum keluar, masih tahap observasi,” bebernya.Menurutnya, bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil observasi dari pihak Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei untuk mengetahui secara pasti kondisi kejiwaan dari pelaku.

“Hasilnya belum keluar. Masih terus diperiksa oleh dokter setempat,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, EY ditemukan bersimbah darah di warung miliknya di kawasan Jalan Mahir Mahar tepatnya sekitar Jalan Dulin Kandang, Kamis (14/5/2026). Korban mengalami luka bacok serius di sejumlah bagian tubuh. Tak lama setelah kejadian, personel Polsek Pahandut mengamankan terduga pelaku N di kediamannya yang berada tidak jauh dari lokasi dan menyita sebilah mandau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. (oiq)

Related Articles

Back to top button