BeritaNASIONAL

Bisa Lahirkan 14 Anak, Pemerintah Impor Bibit Babi Unggul Denmark: Angin Segar Peternakan Lokal!

KALTENG.CO-Upaya masif untuk memulihkan populasi babi nasional yang sempat luluh lantak akibat wabah African Swine Fever (ASF) memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia resmi mendatangkan 546 ekor bibit babi hidup berkualitas unggul langsung dari Denmark melalui kerja sama strategis antarpemerintah (G2-G).

Ratusan bibit babi tersebut telah mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada Selasa malam (7/7/2026). Langkah impor ini direalisasikan oleh sebuah perusahaan swasta lokal asal Manado yang akan memproyeksikannya sebagai indukan utama.

Solusi Jitu Atasi Defisit 4 Juta Ekor Babi per Tahun

Ketua Asosiasi Monogastrik Indonesia (AMI), Sauland Sinaga, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Menurutnya, industri peternakan babi domestik saat ini masih terseok-seok dan mengalami defisit populasi yang sangat masif sejak virus ASF merebak pada tahun 2019 lalu.

“Baru pertama kali Indonesia mengimpor bibit babi hidup dari Denmark. Ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan populasi. Akibat ASF, kita kehilangan sekitar 4 juta ekor babi per tahun dan hingga kini belum pulih,” ungkap Sauland pada Jumat (10/7/2026).

Hilangnya 4 juta ekor babi per tahun tersebut diperkirakan setara dengan hilangnya sekitar 400 ribu stok indukan produktif di tanah air. Oleh karena itu, kehadiran genetika baru dari Eropa ini dinilai menjadi momentum krusial bagi pemulihan sektor peternakan nasional.

Mengapa Harus Denmark? Intip Keunggulan Genetiknya

Denmark selama ini dikenal luas di dunia internasional sebagai salah satu episentrum rujukan genetik babi terbaik di dunia. Bibit yang didatangkan ke Sulawesi Utara ini merupakan hasil kombinasi persilangan jenis Landrace-Yorkshire (LY).

Keunggulan Utama Bibit Babi Landrace-Yorkshire Denmark:

  • Biosekuriti Super Ketat: Memiliki ketahanan alami yang lebih baik berkat standar pemeliharaan tinggi.

  • Pertumbuhan Kilat: Efisiensi waktu penggemukan jauh lebih cepat dibanding ras lokal biasa.

  • Kualitas Daging Premium: Menghasilkan persentase karkas dan kualitas daging yang unggul.

  • Efisiensi Pakan (FCR Tinggi): Mampu menyerap nutrisi pakan secara maksimal, sehingga menghemat biaya operasional peternak.

Tepis Isu Monopoli: Produktivitas Peternak Justru Bakal Melejit

Sauland Sinaga juga menepis kekhawatiran sebagian pihak yang menilai impor ini akan memicu monopoli pasar bibit babi, khususnya di wilayah Sulawesi Utara. Ia menegaskan jumlah 546 ekor tersebut masih sangat kecil dibanding total kebutuhan peternak nasional.

Sebaliknya, kehadiran ras unggul ini justru membuka peluang emas bagi peternak lokal untuk melipatgandakan omzet keuntungan mereka melalui peningkatan angka kelahiran (prolifisitas).

“Selama ini rata-rata satu induk menghasilkan 8 anak yang siap dijual. Dengan bibit unggul dari Denmark, produktivitasnya bisa mencapai sekitar 14 anak per kelahiran. Artinya, ada tambahan sekitar 6 ekor per induk yang tentu meningkatkan pendapatan peternak,” urai Sauland secara rinci.

Melalui Prosedur Karantina Ketat Bebas ASF

Guna menjamin keamanan hayati, seluruh bibit babi yang diimpor dipastikan telah mengantongi sertifikat bebas dari berbagai penyakit menular, terutama ASF. Sebelum diterbangkan ke Indonesia, ratusan babi ini telah melewati masa karantina ketat selama 20 hari di bawah pengawasan otoritas veteriner Denmark.

Setibanya di Manado, petugas karantina bandara langsung melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik secara presisi. Hewan-hewan tersebut kemudian diangkut menggunakan armada truk khusus yang telah disterilisasi menuju Instalasi Karantina Hewan (IKH) untuk menjalani masa observasi serta uji laboratorium lanjutan.

Tantangan besar Indonesia ke depan adalah bagaimana memperbanyak populasi hasil persilangan Landrace-Yorkshire ini ke berbagai daerah. Dengan replikasi yang terukur, Indonesia diharapkan mampu mandiri dalam memproduksi sumber bibit unggul sendiri di masa depan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button