Kasus KDRT Dilimpahkan ke Kejaksaan

Penyidik Satreskrim Polres Katingan ketika melimpahkan kasus
PELIMPAHAN - Penyidik Satreskrim Polres Katingan ketika melimpahkan kasus KDRT kepada Kejaksaan Negeri Katingan, Kamis (20/5). FOTO SATRESKRIM/KALTENG POS

KASONGAN, Kalteng.co – Akhir April 202, Kabupaten Katingan di hebohkan dengan kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang di lakukan tersangka Sumiati terhadap anak tirinya.

Kasus ini sempat viral di media sosial. Bahkan jajaran Kepolisian Polres Katingan pun, bergerak cepat menangkap, dan memproses tersangka Sumiati secara hukum. Kini kasus KDRT tersebut, berkas perkaranya sudah di limpahkan (Tahap I) ke Kejaksaan Negeri Katingan, Kamis (20/5/2021).

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SH SIK MH me lalui Kasat Reskrim Iptu Adhy Heriyanto SH ketika di konfirmasi membenarkan kasus itu sudah masuk ke tahap I.

“Sekarang kita menunggu hasil penelitian dari jaksa selama 14 hari kedepan,” ujar Kasat Reskrim kepada Kalteng Pos, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga:  Inventarisasi Aset Perusahaan Tambang di Katingan

Menurut Iptu Adhy, jika berkas perkara sudah memenuhi semua unsur formil dan materiil, maka tahap selanjutnya mereka akan melimpahkan tersangka dan barang bukti. “Kita tunggu saja. Semoga nanti semua dapat terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Berita Terkait: IRT Siram Anak Dengan Air Panas

Dia juga kembali menceritakan, bahwa motif kekerasan yang di lakukan tersangka terhadap anak tirinya, semata-mata karena himpitan ekonomi. Di sisi lain tersangka merasa kurangnya perhatian dari suami tersangka yang tidak lain adalah ayah kandung dari korban.

“Itu saja motifnya,” terang Kasat Reskrim.

Baca Juga:  Zulkieflimansyah: Airlangga Tahan Banting Disebut Layak Jadi Bintang Politik

Seperti di beritakan sebelumnya, penganiayaan yang di lakukan tersangka terhadap korban, terjadi secara beruntun. Terhitung sejak bulan Maret 2021, hingga terakhir terjadi pada tanggal 27 April 2021. Korban awalnya di suruh mengerjakan pekerjaan rumah. Mulai dari mencuci pakaian, memasak, hingga mengasuh adiknya.

Namun pelaku menilai pekerjaan korban di nilai salah, hingga membuat pelaku marah, dan berujung pada kekerasan fisik, terhadap korban. Selain mendapat kekerasan fisik, korban juga di ancam pelaku untuk tidak menceritakan kejadian tersebut ke orang lain.

Termasuk kepada ayahnya sendiri. Namun tindakan kekerasan ini akhirnya bocor keluar, hingga di lakukan penangkapan terhadap pelaku oleh aparat Kepolisian.(eri)