BeritaNASIONAL

Bingung Soal Bansos? Hubungi Layanan 171 Kemensos untuk Verifikasi Informasi Valid

KALTENG.CO-Di tengah upaya pemerintah memperkuat jaring pengaman sosial, masyarakat kini diminta untuk ekstra waspada. Pasalnya, gelombang informasi palsu atau hoaks terkait penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) kembali marak di media sosial.

Menanggapi hal ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan klarifikasi tegas guna menenangkan publik.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Narasi Menyesatkan: Dari Pemotongan Dana hingga Pengalihan Anggaran

Belakangan ini, beredar isu yang meresahkan penerima manfaat. Beberapa narasi mengeklaim adanya pemotongan nominal bantuan, pengalihan anggaran bansos ke program lain, hingga tawaran jasa melalui jalur “belakang” untuk mencairkan bantuan.

Gus Ipul membantah keras kabar burung tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen pada rencana awal.

“Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat. Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain,” tegas Gus Ipul, Sabtu (26/4/2026).

Kemensos Gandeng Aparat Hukum Berantas Penipuan Online

Kementerian Sosial (Kemensos) tidak tinggal diam melihat banyaknya akun-akun bodong yang mencoba menipu warga. Menurut Gus Ipul, penyebaran informasi palsu ini sudah masuk dalam kategori kriminalitas yang merugikan rakyat kecil.

  • Pemantauan Intensif: Kemensos terus menyisir media sosial untuk meluruskan kabar tidak bertanggung jawab.

  • Tindakan Tegas: Informasi yang terbukti mengandung unsur penipuan akan diteruskan ke aparat penegak hukum.

  • Perlindungan Data: Masyarakat diingatkan bahwa Kemensos tidak pernah meminta biaya administrasi atau transfer uang dalam proses penyaluran bantuan.

Tips Menghindari Penipuan Bansos: Cek Sebelum Percaya

Modus penipuan saat ini semakin canggih, mulai dari tautan (link) palsu hingga permintaan data pribadi melalui pesan singkat. Gus Ipul memberikan panduan agar masyarakat tidak terjebak:

  1. Jangan Berbagi Data Pribadi: Jangan pernah memberikan NIK, foto KTP, atau nomor rekening kepada akun tidak resmi.

  2. Hindari Tautan Mencurigakan: Jangan mengklik link yang menjanjikan bantuan cair instan jika sumbernya bukan dari situs pemerintah (.go.id).

  3. Verifikasi Sumber: Pastikan berita yang Anda terima berasal dari kanal berita kredibel atau media sosial resmi Kemensos.

Saluran Komunikasi Resmi: Tempat Mengadu dan Bertanya

Agar hak masyarakat terlindungi, Kemensos menyediakan jalur komunikasi langsung. Jika Anda ragu mengenai status bantuan Anda atau menemukan informasi yang mencurigakan terkait program bansos maupun Sekolah Rakyat, segera hubungi:

  • Call Center Resmi: 021 171

  • WhatsApp Resmi: 08877 171 171

  • Website: Cek bansos secara mandiri melalui laman resmi yang disediakan pemerintah.

“Kami ingin masyarakat terlindungi. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena percaya informasi palsu. Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, dan negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya,” pungkas Gus Ipul.

Transparansi penyaluran bansos adalah prioritas pemerintah di tahun 2026. Dengan adanya jaminan dari Menteri Sosial, masyarakat diharapkan tenang namun tetap kritis. Pastikan Anda selalu melakukan cross-check melalui kanal resmi agar tidak menjadi korban pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sudahkah Anda mengecek status bansos Anda bulan ini melalui kanal resmi? Jangan lupa bagikan informasi ini agar orang terdekat Anda terhindar dari hoaks! (*/tur)

Related Articles

Back to top button