DPRD GUNUNG MAS

Harus Paham dan Aktif Mencegah DBD

KUALA KURUN, Kalteng.co – Sekarang ini, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengalami peningkatan. Untuk itu, seluruh masyarakat diimbau tetap tenang namun selalu waspada serta mengenali gejala dan aktif mencegah DBD yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut.

“Kenali gejala DBD dan segera lakukan pertolongan pertama jika mengalami gejala tersebut. Masyarakat harus waspada karena kasus DBD sedang meningkat,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Iceu Purnamasari, Selasa (18/4).

https://kalteng.co

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengatakan, gejala DBD diantaranya demam tinggi, nyeri pada sendi atau otot, muncul bintik merah pada kulit, diare, dan muntah. Apabila mengalami gejala
tersebut, maka masyarakat dapat melakukan pertolongan pertama.

“Pertolongan pertama yang dimaksud adalah banyak minum air putih, meminum obat penurun demam, dan mengompres dengan air dingin. Jika dalam tiga hari demam tidak turun, maka segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Menurut wakil rakyat itu, masyarakat juga harus mengetahui cara pencegahan penularan DBD. Yaitu dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus, yakni menguras, menutup dan mengubur barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk, ditambah mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.

“Masyarakat perlu waspada dengan rutin menjaga kebersihan lingkungan rumah maupun pekarangan,” tegas legislator dari daerah pemilihan (dapil) I yang mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini. Iceu pun meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk bergerak cepat menangani kasus DBD, sehingga kasusnya tidak terus meningkat, serta gencar menyosialisasikan berbagai hal terkait DBD kepada masyarakat.

“Dalam menyikapi peningkatan kasus DBD ini, kami ingin Dinkes turun ke lapangan untuk melihat apakah perlu dilakukan fogging di daerah yang muncul kasus DBD,” ungkapnya. Sebelumnya, Kepala Dinkes Kabupaten Gumas Arnold melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nia Ernawati
mengakui, ada peningkatan kasus DBD mulai dari Januari hingga Maret 2023.

Rinciannya, pada Januari ada tiga kasus. Lalu meningkat di Februari empat kasus, dan Maret meningkat signifi kan menjadi 12 kasus. “Pentingnya dukungan dari seluruh masyarakat sehingga kasus DBD dapat dicegah dan dikendalikan, yakni dengan melakukan PSN 3M Plus,” pungkasnya. (okt)

Related Articles

Back to top button