NASIONAL

Permukiman Kuno dan Pagar Pertahanan, Situs Bersejarah di Kalteng

Hal itu diperkuat dengan petunjuk pustaka dari dosen Universitas Palangka Raya, Wijanarka, soal buku berjudul ‘Borneo’. Buku itu ditelurkan oleh seorang petualang berkebangsaan Jerman, Carl Anton Ludwig Maria (CALM) Schwaner. Petualang yang melakukan dua rangkaian ekspedisi (1843 dan 1848). Daerah yang dilintasi ialah Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Katingan, Kalteng. Baik gambar maupun tulisan menjadi petunjuk untuk menindaklanjuti kembali.

Dalam buku itu, kuta yg dikunjungi Schwaner sebanyak 58 kuta di beberapa kaleka. Dengan jumlah total penduduk sekitar 6.363 jiwa. Rata-rata tiap kuta berpenghuni 100-150 jiwa. Pagar keliling itu menjulang tinggi melebihi tinggi dari rumah betang. Minimal 7-8 meter. Dibuat dari kayu ulin pilihan yang berjejer sangat rapat. Di sisi-sisi lorong rumah betang, ada bangunan kubur berjejer. Penghuni kuta rutin menjaga daerahnya dari serangan musuh.

https://kalteng.co

“Dari sedikit petunjuk itu, kami menindaklanjuti temuan. Kembali melakukan pendataan secara lebih seksama akhir tahun 2015 dan penggalian Juli 2017,” kata lulusan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada itu.

Perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam menjaga peninggalan sejarah sudah dijalankan. Meski belum sepenuhnya maksimal. Salah satunya yang dilakukan adalah menunjuk juru pelihara situs, bangunan, benda di kawasan cagar budaya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button