Palangka Raya

Rektor UPR dan Bupati Gumas Bangun Desa

Pertama, membangun desa dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT). Kedua, pertukaran pelajar. Ketiga, magang belajar. Keempat, asistensi mengajar. Kelima penelitian atau riset. Keenam proyek kemanusiaan. Ketujuh, kegiatan kewirausahaan dan kedelapan, studi atau proyek independen.

“Sebagai contoh, mahasiswa kita minta menanam minimal 5 batang pohon pisang. Membantu mengajar hingga menyelipkan pentingnya asupan gizi kaitannya mengurangi potensi stunting. Ada juga bersama masyarakat terkait kewirausahaan, mengemas dan memasarkan produk lokal lebih luas lagi,” beber Aswin.

Usai Pencanangan UPR Membangun Desa Berkarya Untuk Indonesia, Ketua Panitia Yorgen K Nahan menuturkan, penandatanganan kerjasama antara Ketua LPPM UPR dengan lima kepala desa tentang pemberdayaan masyarakat desa, ketahanan pangan, pengembangan desa percontohan, kewirausahaan desa, kesehatan dan stanting.

Di antaranya Kades Bungai Jaya, Basarang, Kapuas, Kades Garong, Jabiren Raya, Pulang Pisau, Kades Tewai Baru, Sepang, Gumas, Kades Mabuan, Dusel, Barsel dan Kades Tumbang Jutuh, Rungan, Gumas.

Rektor, bupati, camat Manuhing, lurah Tumbang Talaken dan perwakilah Kalimantan Hamparan Sawit (KHS) turut membubuhkan tanda tangan di papan komitmen bersama membangun desa.

“Kami siap memfasilitasi kegiatan desa dan perguruan tinggi. Termasuk menerima magang dan lulusan UPR juga kita terima,” singkat Senior Manager PT KHS Tua Gerson Zendrato. (*)

Laman sebelumnya 1 2 3

Related Articles

Back to top button